Pentingnya Orangtua Memahami Kegawatdaruratan Neonatal
- 08 Jun 2026 08:26 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kelahiran seorang bayi merupakan peristiwa penuh harapan. Tetapi di 28 hari kehidupannya adalah masa neonatal. Sebuah masa paling rapuh, dimana detik dan menit pertama menentukan masa depan seorang anak.
Dokter Garata Dwi Yulia Nurul Putri spesialis anak di RSUD Moh. Noer Pamekasan menjelaskan, kegawatdaruratan neonatal merupakan sebuah kejadian yang bisa menyebabkan mortalitas yang harus segera ditangani pada bayi yang berusia kurang dari satu bulan (nol sampai 28 hari). Karena banyak hal yang bisa menyebabkan bayi menjadi sakit jika tidak segera ditolong dan membutuhkan sarana prasana yang memadai. Semakin cepat pertolongan yang diberikan pada bayi maka tingkat kesembuhannya juga semakin baik.
Menurut dokter Garata, penanganan medis pada bayi di bawah dengan di atas 28 hari akan berbeda. Pada bayi usia di bawah 28 hari ditempatkan di ruang NICU (Neonatal Intensif Care Unit). Sementara bagi bayi di atas 28 hari , tergantung kodisinya. Jika cukup serius ditempatkan di ruang PICU (Pediatrik Intensif Care Unit). Namun jika kondisinya tidak terlalu membutuhkan ruang PICU, maka bisa ditempatkan di bangsal anak biasa.
Sementara itu, kondisi bayi yang masuk ke dalam kategori gawat darurat diantaranya tersedak hingga sesak nafas yang membutuhkan oksigenasi. Selain itu terjadi kejang pada bayi neonatus sehingga membutuhkan perawatan ICU serta trauma pada bayi.
Kegawatdaruratan medis yang ditemukan pada bayi baru lahir dengan angka tertinggi kata dokter Garata adalah afiksia. Yakni sebuah kegawatdaruratan berupa sesak nafas, kejang atau infeksi pada bayi yang penyebabnya sangat beragam tergantung kondisi bayi saat masih berada di dalam perut ibu. Disusul dengan kasus berat badan bayi di bawah 2500 gram serta keadaan kuning pada bayi, trauma dan kejang karena pendarahan intrakranial dan tetanus karena tidak diberikan vaksin anti tetanus oleh orangtua.
Dokter Garata mengingatkan pada para orangtua, penting untuk memahami dan menyiapkan segala hal jika terjadi kegawatdaruratan neonatal. Ia mengingatkan agar para ibu hamil agar rutin memeriksakan kandungannya pada Bidan atau Dokter spesialis obgyn di fasilitas kesehatan terdekat. Ibu hamil juga wajib mengkonsumsi vitamin yang diberikan terutama asam folat yang berperan penting membantu pembentukan organ bayi termasuk otak. Selain itu bagi ibu hamil, lakukan persalinan di fasilitas kesehatan yang resmi, jangan di tempat yang tidak memiliki sertifikasi kesehatan. Setelah melahirkan, dokter Garata berpesan agar para ibu menyusui bayinya secara rutin setiap dua jam sekali dengan posisi menyusui yang sesuai dengan yang diajarkan oleh tenaga kesehatan, menjaga kehangatan bayi, dan jangan pijat bayi di tempat sembarangan tapi pijatlah di tempat yang sudah mempunyai sertifikasi medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....