Mitos-Mitos Penuaan yang Tidak Selalu Benar
- 17 Sep 2026 18:46 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Penuaan sering dianggap identik dengan tubuh melemah, pikiran menurun, dan kebahagiaan berkurang. Padahal, banyak anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Melansir The Healthy, aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan sendi seiring bertambahnya usia. Kurang bergerak justru dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan pada persendian.
Kerapuhan tulang juga bukan konsekuensi mutlak dari usia lanjut. Osteoporosis memang lebih sering terjadi pada lansia, tetapi pola hidup sehat dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang.
Kehidupan seksual pun tidak otomatis berakhir ketika seseorang memasuki usia lanjut. Kondisi kesehatan, kebugaran, hubungan, dan faktor psikologis turut memengaruhi hasrat seksual.
Faktor genetik memang berperan dalam proses penuaan, tetapi bukan satu-satunya penentu. Pola makan, aktivitas fisik, serta lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan sepanjang kehidupan.
Banyak orang mengira kreativitas akan menurun seiring bertambahnya umur. Kenyataannya, aktivitas kreatif dapat membantu menjaga keterlibatan sosial dan mendukung kesejahteraan orang lanjut usia.
Anggapan bahwa perkembangan otak berhenti pada masa kanak-kanak juga telah ditinggalkan. Otak tetap mampu membentuk serta memperkuat koneksi melalui proses belajar dan pengalaman.
Kemampuan tersebut berkaitan dengan konsep neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak beradaptasi sepanjang kehidupan. Tantangan mental, pembelajaran, dan aktivitas baru dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif.
Ukuran otak juga tidak sesederhana anggapan bahwa semuanya menyusut karena usia. Penelitian menunjukkan stres kronis dapat berkaitan dengan perubahan pada area tertentu, termasuk hippocampus.
Karakter seseorang tidak otomatis berubah menjadi pemarah ketika memasuki usia lanjut. Penelitian terhadap orang berusia sangat tua menunjukkan banyak di antaranya tetap melaporkan kebahagiaan.
Kondisi kesehatan memang dapat berubah selama penuaan, tetapi pengalaman setiap orang berbeda. Faktor sosial, kebiasaan hidup, kesehatan, dan lingkungan ikut membentuk proses tersebut.
Karena itu, penuaan sebaiknya dipahami sebagai proses yang kompleks, bukan sekumpulan kepastian negatif. Kebiasaan sehat sejak sekarang dapat membantu seseorang menghadapi perubahan usia dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....