Waspada Modus Penipuan QRIS, Masyarakat Diimbau Teliti Sebelum Transaksi Digital

  • 23 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kemudahan transaksi digital melalui QRIS semakin mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran maupun transfer dana. Namun di tengah meningkatnya penggunaan layanan non tunai, muncul modus penipuan baru yang memanfaatkan perbedaan fungsi barcode transaksi digital.

Modus tersebut dilakukan dengan menampilkan dua barcode berbeda dalam satu tempat usaha atau akun transaksi. Satu barcode digunakan untuk menerima pembayaran melalui QRIS, sementara barcode lainnya diperuntukkan menerima transfer dana.

Pelaku memanfaatkan kurangnya pemahaman pengguna terhadap perbedaan fungsi kedua barcode tersebut. Akibatnya, korban yang seharusnya melakukan transfer atau menerima dana justru tanpa sadar melakukan pembayaran ke akun milik pelaku. Sistem kemudian membaca transaksi tersebut sebagai pembayaran sehingga saldo pengguna berkurang.

Dosen Ekonomi UNIBA Sumenep, Hairul Rahman, mengatakan kasus seperti ini berpotensi terjadi ketika transaksi dilakukan secara terburu-buru tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Jadi harus benar-benar hati-hati terutama masyarakat pemilik usaha,” ujarnya, Sabtu 23 Mei 2026.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh barcode digital memiliki fungsi yang sama, padahal QRIS pembayaran dan barcode transfer rekening memiliki mekanisme transaksi yang berbeda.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah perkembangan layanan keuangan non tunai. Sosialisasi dari perbankan maupun penyedia layanan pembayaran digital dinilai perlu terus diperluas agar masyarakat memahami jenis transaksi yang digunakan.

Edukasi dapat dilakukan melalui media sosial, aplikasi perbankan, hingga penyuluhan langsung kepada masyarakat agar pengguna lebih teliti dan tidak mudah menjadi korban penipuan digital.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa nama penerima, memastikan jenis transaksi yang dipilih, serta membaca kembali detail transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi.

Hairul juga mengingatkan adanya modus lain yang mulai ditemukan, yakni pelaku mengedit bukti pembayaran agar terlihat seolah transaksi telah berhasil dilakukan padahal belum ada dana yang masuk.

“Ada juga penipuan dengan mengedit hasil bayar padahal belum transaksi,” katanya.

Ketelitian dan kebiasaan melakukan verifikasi sebelum menyelesaikan transaksi dinilai menjadi langkah sederhana namun penting untuk menghindari kerugian akibat semakin beragamnya modus penipuan digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....