Budaya Membaca Menyenangkan Jadi Fokus Perpustakaan Ramah Anak di Sumenep

  • 22 Mei 2026 13:14 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Literasi bagi anak saat ini dinilai tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan membaca teks, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Guru didorong membangun budaya membaca yang tumbuh dari minat dan kebiasaan, bukan sekadar kewajiban akademik.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional yang turut diterapkan di Kabupaten Sumenep. Guru dan pustakawan diharapkan aktif mendampingi siswa, mengenalkan buku sesuai kemampuan membaca anak, serta menciptakan rutinitas literasi yang hangat dan nyaman di lingkungan sekolah.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Kabupaten Sumenep, Buhari, S.Pd., M.M.Pd., saat dialog Jaga Malam Pro2 FM RRI Sumenep, Jum'at 22 Mei 2026, mengatakan, pengembangan sarana literasi perlu beradaptasi dengan kondisi wilayah, khususnya daerah pelosok daratan dan kepulauan.

Menurutnya, sarana literasi tidak lagi cukup dipahami sebagai gedung perpustakaan semata, tetapi juga perlu didukung distribusi buku yang merata dan sesuai budaya lokal, keberadaan sudut baca komunitas, perpustakaan keliling darat maupun laut, hingga penguatan infrastruktur internet dan perangkat digital.

Selain itu, ketersediaan buku bergambar, buku keterampilan seperti pertanian, kelautan, kerajinan, serta buku berbahasa ibu dinilai penting untuk membantu anak-anak usia dini dalam proses belajar membaca.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Program Perpustakaan Ramah Anak Kabupaten Sumenep, Moh. Syaiful Bahri, menilai kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah kepulauan membutuhkan dukungan transportasi khusus agar bahan bacaan dapat menjangkau masyarakat secara langsung.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan Pojok Budaya Lokal sebagai ruang pendukung pelestarian budaya, yang mengintegrasikan aktivitas membaca dengan seni, bahasa daerah, dan kearifan lokal.

Di sisi lain, pemanfaatan digitalisasi literasi juga terus didorong melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) yang telah tersedia di satuan pendidikan berbagai jenjang. Fasilitas tersebut dapat dikembangkan bersama komunitas literasi serta pemerintah desa dan kelurahan sebagai bagian dari penguatan taman bacaan masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....