Muhammadiyah Mulai Gerakan Hutan Wakaf, Solusi Baru Hadapi Krisis Iklim?

  • 16 Mei 2026 06:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bersama Muhammadiyah aka n mengembangkan lahan wakaf seluas sekitar 3.000 meter persegi menjadi kawasan Hutan Wakaf Pendidikan di lingkungan kampus. Program tersebut dirancang sebagai langkah nyata pelestarian lingkungan berbasis nilai Islam sekaligus pengembangan ruang hijau edukatif.

Lahan wakaf yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal kini mulai ditanami berbagai jenis vegetasi seperti sengon, alpukat, dan trembesi. Penanaman dilakukan secara bertahap agar kawasan tersebut berkembang menjadi hutan pendidikan yang mampu mendukung konservasi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas udara di sekitar kampus.

UNIMUS menjelaskan bahwa konsep hutan wakaf ini tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga dikembangkan menjadi laboratorium alam atau living laboratory. Mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu nantinya dapat memanfaatkan area tersebut untuk kegiatan penelitian, pembelajaran ekologi, agroforestri, dan konservasi lingkungan.

Selain itu, kawasan hutan wakaf juga diproyeksikan menjadi arboretum dan area eduwisata berbasis lingkungan. Pengembangan model hutan tersebut diharapkan mampu menggabungkan fungsi pendidikan, konservasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Muhammadiyah menilai pemanfaatan tanah wakaf untuk kawasan hijau merupakan inovasi penting dalam menghadapi tantangan krisis iklim dan kerusakan hutan. Selama ini, aset wakaf lebih banyak digunakan untuk sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah, sehingga pengembangan hutan wakaf dianggap menjadi langkah baru yang lebih produktif dan berdampak ekologis.

Program tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah serta Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN). Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun model pengelolaan hutan berbasis komunitas, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Ke depan, Hutan Wakaf Pendidikan UNIMUS diharapkan menjadi contoh nasional dalam pengelolaan tanah wakaf berbasis konservasi. Selain menjadi ruang hijau kampus, kawasan tersebut juga diproyeksikan sebagai pusat edukasi lingkungan dan gerakan penghijauan Muhammadiyah yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....