Kenapa Orang Pintar Masih Bisa Salah dalam Berpikir?
- 29 Apr 2026 11:43 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pernahkah Anda menjumpai pendapat atau klaim yang keliru, bahkan tidak masuk akal dari seseorang? Dalam dunia logika hal ini disebut dengan istilah logical fallacy atau cacat logika.
Mengutip laman Universitas Surabaya, cacat logika merupakan kesalahan dalam penalaran yang membuat kesimpulan menjadi tidak masuk akal, tidak valid atau tidak didukung bukti yang kuat.
Lalu mengapa orang bisa mengalami cacat logika, padahal telah menempuh jenjang pendidikan tinggi? Apakah mereka sadar dengan kesalahan berfikirnya?
Bayangkan jika kesalahan berpikir ini terjadi pada seorang pemimpin, mulai dari lingkup keluarga hingga perusahaan besar atau Negara. Hal ini bisa berdampak lebih luas seperti merusak sikap objektif, memicu konflik interpersonal dan memfasilitasi penggiringan opini yang menyesatkan di tengah masyarakat.
Penyebab Cacat Logika
Menurut riset Jan Hoesada, faktor penyebab fenomena cacat logika salah satunya karena confirmation bias atau kenderungan mencari dan menafsirkan sesuai dengan keyakinan diri. Kemudian mengabaikan bukti-bukti yang bertentangan dengan keyakinannya. Hal ini sering menyebabkan pengambilan keputusan subjektif atau salah.
Faktor berikutnya emosi yang mengalahkan logika, berada di lingkungan sosial yang salah dan terlalu percaya diri. Berfikir “aku pasti benar” termasuk kesalahan dalam berfikir itu sendiri, karena berisiko mengabaikan konfirmasi sumber terpercaya.
Fenomena Cacat Logika di Masyarakat
Fenomena cacat logika di masyarakat dapat dianggap wajar secara statistik karena keterbatasan biologis otak manusia. Otak cenderung menggunakan jalan pintas kognitif dan sering dipengaruhi bias emosional maupun tekanan sosial.
Meskipun lumrah, hal ini tetap tidak ideal secara normatif dan menjadi tantangan yang perlu dibenahi. Cacat logika dapat menghambat kemajuan intelektual dan memicu polarisasi yang tidak sehat.
Munculnya fenomena ini di berbagai lapisan masyarakat,termasuk kalangan terpelajar menunjukkan kecerdasan formal tidak selalu menjamin ketajaman logika. Sebab tidak dibarengi dengan latihan berpikir kritis dan melawan arus informasi yang sesat.
Secara psikologis, sebagian besar orang yang terjebak dalam cacat logika justru tidak menyadari kesalahannya.Penyebabnya blind spot bias, yaitu kemampuan melihat bias orang lain dengan mudah, namun buta terhadap bias diri sendiri. Ini membuat seseorang merasa lebih objektif dibanding orang lain, padahal ia sendiri memiliki prasangka atau sudut pandang yang bias.
Kesadaran pada diri sendiri biasanya baru muncul jika seseorang memiliki intellectual humility atau kerendahan hati intelektual. Kesadaran tersebut akan muncul saat seseorang bersedia secara aktif menguji ulang alur berpikirnya melalui kritik dari luar atau refleksi diri yang mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....