Mitigasi Bencana saat Kebakaran, Utamakan Keselamatan dan Evakuasi
- 08 Sep 2026 09:27 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Selain menimbulkan kerugian materi, kebakaran dapat mengancam keselamatan manusia akibat api, asap, panas, maupun material berbahaya.
Karena itu, mitigasi kebakaran tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi perlu dipersiapkan sejak sebelum bencana terjadi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menekankan pentingnya identifikasi risiko kebakaran, ketersediaan jalur evakuasi, sistem deteksi dini, alarm, serta alat pemadam api yang berfungsi dengan baik.
Di lingkungan rumah maupun tempat kerja, masyarakat perlu mengenali sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran. Instalasi listrik harus diperiksa secara berkala, sementara bahan yang mudah terbakar perlu disimpan di tempat yang aman dan jauh dari sumber api.
Saat kebakaran mulai terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang dan segera menilai kondisi. Jika api masih kecil dan situasi memungkinkan, pemadaman awal dapat dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR yang sesuai, tetapi keselamatan diri tetap menjadi prioritas. Kemenkes RI mengingatkan, apabila api sudah membesar, masyarakat harus segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan melakukan evakuasi.
Evakuasi harus dilakukan melalui jalur yang aman dan tidak menggunakan lift apabila berada di gedung bertingkat. Masyarakat juga perlu menuju titik kumpul yang telah ditentukan serta membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan orang yang membutuhkan bantuan.
Asap kebakaran juga menjadi ancaman serius. Paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada kelompok rentan. Dalam penanganan kebakaran dan asap, Kementerian Kesehatan menempatkan perlindungan masyarakat dan tenaga penolong sebagai bagian penting dari tindakan penyelamatan.
Mitigasi juga harus dilakukan melalui latihan secara berkala. Simulasi kebakaran membantu masyarakat memahami jalur evakuasi, titik kumpul, cara memberikan peringatan, serta penggunaan APAR. Kemenkes pada 2026 juga mencontohkan simulasi kebakaran dan praktik APAR sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Pada akhirnya, menghadapi kebakaran bukan hanya persoalan bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah korban dan mengurangi dampaknya. Kesadaran masyarakat, kesiapan sarana keselamatan, kecepatan melapor, serta evakuasi yang tertib menjadi kunci penting dalam mitigasi bencana kebakaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....