Inovasi Siswa SMAN 1 Sumenep Berjaya ISPO 2026

  • 11 Feb 2026 18:45 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Dua siswi SMAN 1 Sumenep (SMANSA), Faiqatur Rafifah dan Fiona Anastasia Salsabillah Putri Angelica, berhasil meraih prestasi pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026 tingkat nasional. Faiqatur memperoleh medali perak di kategori komputer, sementara Fiona meraih medali perunggu di kategori rekayasa teknologi melalui proyek berbasis Arduino dan kecerdasan buatan.

Kompetisi ISPO yang berlangsung pada Januari 2026 ini menuntut persiapan panjang. Kedua siswi mengungkapkan bahwa proses dimulai sejak September 2025 dengan penyusunan proposal, dilanjutkan pembuatan makalah, presentasi, serta karantina intensif selama satu minggu menjelang penjurian.

Fiona, yang kini duduk di kelas XII, mengembangkan prototipe alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis perilaku ikan. Sistemnya menggunakan kamera bawah air untuk melacak kecepatan gerak ikan sebagai indikator lapar, dipadukan dengan Arduino serta sensor yang mengatur pH dan oksigen terlarut dalam akuarium.

“Persiapannya panjang dan tidak mudah, tantangan terbesar justru saat hari penjurian, ketika kami diminta tiba-tiba beralih dari PowerPoint ke poster," kata Fiona di Pro 2 RRI Sumenep, Rabu, 11 Februari 2026. "Kami harus cepat beradaptasi, tetapi akhirnya tetap bisa menjelaskan proyek dengan baik."

Sementara itu, Faiqatur yang masih kelas X merancang game terapi berbasis platform Roblox untuk pasien dengan gangguan otot wajah (Bell’s palsy). Game tersebut memanfaatkan kontrol gerak wajah dan dilengkapi dashboard pemantauan yang dapat diakses dokter neurologi.

Game ini tidak hanya untuk bermain, tetapi sebagai media terapi," ujar Faiqatur Rafifah, peraih medali perak kategori komputer. "Dokter yang bekerja sama dengan kami menilai ini sebagai langkah positif untuk membantu pasien berlatih secara lebih interaktif."

Keduanya mengakui bahwa proyek tidak dikerjakan sepenuhnya sendiri. Mereka mendapat bimbingan intensif dari pembina LIRIS SMANSA serta berkolaborasi dengan rekan tim—termasuk Camilla, yang berhalangan hadir saat wawancara.

Dalam sesi presentasi ISPO, Faiqatur dan timnya melakukan presentasi bergantian selama lima menit, sesuai waktu yang ditentukan panitia. Fiona membawa prototipe lengkap berupa laptop, rangkaian Arduino dalam box, serta perangkat pendukung lainnya.

Selain capaian medali, keduanya menilai pengalaman ISPO sebagai pembelajaran penting, terutama dalam manajemen waktu, komunikasi dengan juri, dan kesiapan menghadapi perubahan teknis di lapangan.

Fiona mengakui sempat ragu akan hasil lomba karena kendala teknis saat presentasi. Namun, ia bersyukur mampu menyelesaikan dengan baik. Faiqatur menambahkan bahwa masukan dari dokter mitra menjadi dorongan untuk mengembangkan proyeknya ke tahap lebih lanjut.

Kedua siswi berencana melanjutkan pengembangan proyek mereka. Faiqatur berharap game terapinya dapat diuji lebih luas sebagai metode pendukung rehabilitasi, sementara Fiona ingin menyempurnakan sistem otomasi akuariumnya agar lebih stabil dan aplikatif bagi pembudidaya ikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....