Kasus Kekerasan, Viral Dulu Baru Ditangani?
- 30 Jul 2025 18:16 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Kasus kekerasan masih marak terjadi di kawasan Indonesia, termasuk Sumenep. Hal ini lebih meresahkan ketika ada ungkapan ‘viral dulu baru ditangani’.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Mustangin, menanggapi pernyataan tersebut dalam Ngulik Roadshow Pro 1 RRI Sumenep, Senin (28/7/2025). Ia mengatakan selama ini pihaknya telah melakukan deteksi dini yang memang menjadi salah satu tugas instansinya.
“Selama ini sudah berjalan program deteksi dini, salah satunya dengan membentuk Satgas PPA (Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak red) di masing –masing desa,” ujar Mustangin. “Kami berkerjasama dengan pemerintah desa dan stakeholder.”
Ia menambahkan, untuk program perlindungan anak, pihaknya sudah memiliki fasilitator daerah untuk membentuk sekolah ramah anak.
“Mereka berkeliling ke sekolah- sekolah untuk mengedukasi tentang bullying dan kekerasan,” kata Mustangin. “Kadang antar anak kan guyonannya belum mengerti kalau itu termasuk kekerasan dan pelecehan, sehingga kami edukasi.”
Selain itu juga sudah terbentuk forum anak yang terdiri dari siswa siswi kelas 3 SMP sampai SMA. Forum yang memiliki semboyan menjadi pelopor dan pelapor ini massif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Ia juga menyampaikan pentingnya peran guru untuk turut melakukan deteksi dini. Guru harus peka ketika ada perubahan sikap dari anak didiknya agar setiap kasus bisa cepat ditangani.
Dinsos P3A menghimbau masyarakat untuk tidak enggan melaporkan kasus kekerasan. Selain bisa mendatangi langsung Satgas PPA di kawasan masing – masing atau Kantor Dinsos P3A, masyarakat juga bisa melaporkan melalui website www.cc112sumenep.com dan call center 112.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....