Tak Punya Toko, tapi Punya Ratusan Pelanggan: Cerita Bakso Keliling Pak Yahya

  • 21 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Di tengah menjamurnya restoran cepat saji dan layanan pesan antar makanan, masih ada sosok yang setia mengayuh rezeki dari satu gang ke gang lainnya. Dialah Pak Yahya, pedagang bakso keliling yang membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari sebuah toko besar, melainkan dari ketekunan dan kepercayaan pelanggan.

Setiap pagi, Pak Yahya mulai menyiapkan bakso, kuah kaldu, dan berbagai pelengkap sebelum mendorong gerobaknya menyusuri jalanan. Rute yang ditempuh berbeda setiap hari agar seluruh pelanggan di berbagai kawasan tetap dapat menikmati semangkuk bakso hangat yang telah menjadi favorit mereka.

Menjalani profesi sebagai pedagang bakso keliling membuat Pak Yahya memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai anak-anak, pelajar, pekerja, hingga orang tua, banyak yang telah mengenalnya. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang rela menunggu suara gerobaknya melintas karena sudah hafal jadwal kedatangannya.

Bagi Pak Yahya, pelanggan bukan sekadar pembeli. Hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun telah menciptakan kedekatan layaknya keluarga. Ia mengenal banyak pelanggan secara pribadi, bahkan kerap menerima pesanan ketika ada acara keluarga maupun kegiatan warga.

“Saya jual dari siang sampai habis, dari masuk gang, ke kantor-kantor, bahkan perumahan juga saya datangi. Kalau malam , saya jual di depan Masjid Agung Sumenep, tapi itu anak saya yang jual pakai gerobak saya, dari habis Isya sampai bakso habis,” katanya kepada RRI, saat menjual di halaman kantor, Selasa, 21 Juli 2026.

Gerobak Bakso Pak Yahya (Foto: RRI/Ririn)

Meski harus berkeliling di bawah terik matahari maupun saat cuaca kurang bersahabat, semangatnya tidak pernah surut. Baginya, setiap langkah mendorong gerobak adalah bagian dari perjuangan menghidupi keluarga sekaligus mempertahankan usaha yang telah dirintis sejak lama.

Pak Yahya yang asli dari Lamongan, namun sudah lama mengais rejeki di Sumenep ini menjadi bukti bahwa usaha mikro tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Tanpa papan nama besar dan tanpa memiliki toko permanen, ia mampu membangun kepercayaan ratusan pelanggan melalui konsistensi rasa, pelayanan yang ramah, serta kejujuran dalam berdagang.

Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat, keberadaan pedagang bakso keliling seperti Pak Yahya menjadi pengingat bahwa kuliner bukan hanya soal makanan. Di balik setiap mangkuk bakso yang disajikan, tersimpan cerita tentang kerja keras, kesabaran, dan semangat pantang menyerah yang terus menginspirasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....