Keberkahan Pasar Jangara: Bubur Rp3.000 Sekolahkan Anak ke Universitas
- 07 Jun 2026 06:47 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep- Minggu pagi di Pasar Jangara, Desa Paberasan, Sumenep, selalu ramai sejak subuh. Pasar yang sudah berdiri sekitar 20 tahun ini jadi tempat istimewa warga. Bukan karena bangunannya megah, tapi karena di sini pengunjung bisa menikmati beragam makanan lezat dengan harga yang jauh di bawah pasaran.
Bubur hangat jadi magnet utama. Para pedagang menjualnya mulai Rp3.000 hingga Rp5.000 per porsi. Di lapak sebelah, menu lain seperti kaldu, soto ayam, soto campur, sampai rujak dibanderol seragam Rp5.000. Harga itu kontras dengan tempat lain yang biasanya mematok Rp15.000 untuk porsi serupa.
Mba’e, pedagang bubur paruh baya, sudah hafal betul denyut pasar ini. Ia termasuk pedagang awal yang ikut merintis sejak Pasar Jangara berdiri. “Sejak Pasar Jangara berdiri sekitar 20 tahun yang lalu, saya sudah mulai berjualan. Dulu harga seporsi hanya Rp700 hingga Rp1.000,” ungkapnya Sabtu, 7 Juni 2026, sambil menuang kuah ke mangkuk pembeli.
Baginya, angka di etalase bukan sekadar harga. Dari Rp700 per porsi dua dekade lalu, hingga Rp5.000 sekarang, semua dijalani dengan rasa syukur. Kenaikan harga bahan pokok memang memaksa penyesuaian, tapi ia memilih menjaga agar tetap terjangkau. Pembeli tetap datang, dagangan tetap habis.
Keberkahan itulah yang ia rasakan paling nyata. “Alhamdulillah, walaupun harganya relatif murah, tapi bagi kami ini membawa keberkahan. Berkat usaha ini, kami mampu menyekolahkan dua orang anak kami hingga ke jenjang universitas, dan sekarang keduanya sudah bekerja,” tuturnya dengan mata berbinar dan senyum yang tak pudar.
Cerita Mba’e bukan satu-satunya. Pedagang lain di deretan lapak juga punya narasi serupa. Harga murah membuat pasar ini jadi ruang makan bersama warga dari berbagai kalangan. Buruh, guru, sampai mahasiswa sama-sama antre, sama-sama kenyang, tanpa merasa terbebani.
Pasar Jangara akhirnya lebih dari sekadar tempat transaksi. Ia jadi bukti bahwa usaha ikhlas dan diridhoi bisa mengubah nasib keluarga. Dari semangkuk bubur Rp3.000, lahir anak-anak yang kuliah dan kini mandiri. Murah di harga, kaya di manfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....