Pusat Studi Budaya Madura UPI: "Berkat Maulid Perlu Dimaknai Lebih Mendalam"

  • 14 Sep 2026 13:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Tradisi berbagi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad masih kuat di masyarakat Madura. Salah satunya terlihat dari pemberian berkat kepada jamaah yang menghadiri kegiatan. Sekjen Pusat Studi Budaya Madura Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Matroni mengatakan tradisi Maulid di sejumlah kampung berlangsung hampir di setiap rumah.

“Tetapi, saya melihat sepintas itu hanya ritual ansih,” ucapnya Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, aspek berbagi dalam tradisi tersebut memang terlihat jelas melalui pemberian berkat. Bahkan, ukuran berkat yang dibagikan masyarakat cukup besar.

Ia menjelaskan bentuk berkat juga mengalami perubahan mengikuti kebutuhan masyarakat. Berkat mataan digunakan untuk mengurangi potensi makanan terbuang setelah acara.

Dari sisi tradisi, pemberian tersebut menunjukkan masih adanya praktik berbagi dalam masyarakat. Namun, nilai berbagi perlu dihubungkan dengan keteladanan Nabi Muhammad.

Matroni menilai nilai keteladanan tersebut penting menjadi bagian utama peringatan Maulid. Berbagi dan empati perlu terus disampaikan dalam kegiatan keagamaan.

Menurutnya, Maulid tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. Nilai kepedulian perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....