Ujian, "Tanda Sayang" Allah kepada Hamba-Nya
- 14 Sep 2026 12:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Ujian dalam kehidupan tidak selalu harus dipandang sebagai bentuk hukuman dari Allah Swt.. Dalam Mutiara Pagi RRI, Minggu, 13 September 2026, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, ustazah Qoriatul Hasanah menjelaskan tentang ujian sebagai salah satu cara Allah menguji keimanan, menguatkan kesabaran sekaligus mendekatkan hamba kepada-Nya.
Setiap manusia memiliki bentuk ujian yang berbeda. Ada yang diuji melalui kesehatan, keluarga, pekerjaan, ekonomi, kehilangan maupun berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, seseorang tidak seharusnya membandingkan beratnya ujian yang dialaminya dengan orang lain.
Ustazah Qori mengatakan, seorang muslim hendaknya menghadapi ujian dengan sabar dan tetap berbaik sangka kepada Allah. Kesulitan yang datang tidak boleh membuat seseorang kehilangan harapan, karena di balik setiap ujian terdapat pelajaran dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Ujian juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi diri," katanya. "Ketika menghadapi kesulitan, seseorang dapat memperkuat ibadah, memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta belajar menerima keadaan tanpa berhenti berusaha."
Ustazah Qori menekankan sabar bukan berarti pasrah tanpa melakukan apa-apa. Sabar harus disertai ikhtiar, doa dan tawakal, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah Swt..
"Karena itu, ketika menghadapi persoalan hidup, umat Islam dianjurkan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa dirinya sedang tidak disayangi Allah," ucapnya. "Bisa jadi, ujian tersebut menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas iman dan menghapus kesalahan."
Ujian memang dapat menghadirkan kesedihan dan kelelahan. Namun, selama dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar dan keyakinan kepada Allah, setiap kesulitan dapat menjadi bagian dari proses mendewasakan diri dan mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....