Bangga, Bahasa Madura Masuk Deretan Bahasa Besar Asia Tenggara

  • 09 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Bahasa Madura menjadi salah satu bahasa daerah yang memiliki jumlah penutur besar di Asia Tenggara. Bahasa ini tidak hanya digunakan di Pulau Madura, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia bahkan hingga komunitas perantau di negara lain. Keberadaan penutur yang luas membuat Bahasa Madura tetap hidup sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

Berdasarkan penelitian linguistik yang dirangkum oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, jumlah penutur Bahasa Madura diperkirakan mencapai sekitar 13 juta orang. Angka tersebut menjadikan Bahasa Madura termasuk salah satu bahasa daerah terbesar di Indonesia setelah Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini juga merujuk pada kajian linguistik yang dilakukan oleh Multamia R. Lauder dan Allan F. Lauder.

Data sensus yang pernah dirilis oleh Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa sejak dekade 1980-an jumlah penutur Bahasa Madura telah mencapai jutaan orang. Pada masa itu jumlahnya sekitar 6 hingga 7 juta penutur. Seiring pertumbuhan populasi masyarakat Madura dan mobilitas perantauan yang tinggi, jumlah tersebut terus meningkat hingga sekarang.

Penyebaran penutur Bahasa Madura tidak hanya berada di Pulau Madura. Banyak masyarakat Madura yang bermigrasi ke wilayah lain seperti Surabaya, Probolinggo, Situbondo, hingga Kalimantan dan Jakarta. Bahkan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, komunitas perantau Madura masih menggunakan bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian bahasa kawasan, Bahasa Madura juga masuk dalam kelompok bahasa daerah dengan penutur cukup besar di Asia Tenggara. Wilayah ini memang dikenal memiliki bahasa lokal dengan jumlah penutur jutaan orang, seperti Bahasa Jawa, Sunda, hingga Cebuano di Filipina. Di antara bahasa-bahasa tersebut, Bahasa Madura tetap menempati posisi penting karena jumlah penuturnya yang stabil.

Kekuatan Bahasa Madura tidak hanya terlihat dari jumlah penuturnya, tetapi juga dari fungsi sosialnya. Bahasa ini digunakan dalam percakapan keluarga, aktivitas perdagangan, tradisi budaya, hingga kegiatan keagamaan di pesantren. Tradisi lisan seperti cerita rakyat, pantun, dan ungkapan lokal juga turut menjaga kelestarian bahasa ini.

Karena itu, penting bagi generasi muda untuk tetap bangga menggunakan bahasa daerah. Bahasa Madura merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Dengan terus menggunakan dan melestarikannya, masyarakat tidak hanya menjaga kekayaan bahasa daerah, tetapi juga memperkuat keragaman budaya di Asia Tenggara.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....