Ratusan Pelajar di Sumenep Ikut Pelatihan Membatik
- 20 Mei 2026 16:15 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Workshop dan Pelatihan Membatik Madua Batik Festival sukses digelar di Pendopo Kraton Sumenep, Rabu 20 Mei 2026. Senanyak 100 pelajar dari berbagai organisasi pelajar dan Sekolah Sumenep mengikuti acara yang diprogramkan Kementrian Kebudayaan (Kemenbud) RI tersebut.
Workshop dan Pelatihan Membatik dan pelatihan membatik melibatkan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan IPPNU Sumenep. Acara tersebut mengundang yaitu Budayawan Madura H. Ibnu Hajar dan Owner Batik Rato, Busaki.
Peserta tidak hanya diajari cara membatik, tetapi juga diberikan pemahaman dan ilmu soal sejarah serta filosofis batik. Suasana workshop berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan sejarah batik, filosofi motif khas Madura, hingga praktik membatik secara langsung. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antar pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.
Ketua Pelaksana , Busaki menyampaikan pentingnya mengenalkan proses membatik sejak dini kepada pelajar agar mereka tidak hanya mengenal batik sebagai produk fashion, tetapi juga memahami proses, makna, dan nilai seni yang terkandung di dalamnya. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik membatik secara langsung dengan didampingi para pendamping dan pengrajin batik.
Ketua Pelaksana Workshop dan Pelatihan Membatik Madua Batik Festival Kemenbud RI, Ach. Sayuthi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya daerah.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi penonton budaya, tetapi ikut menjadi bagian dari pelestari budaya itu sendiri. Batik Madura harus tetap hidup dan berkembang di tangan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU IPPNU Sumenep, Moh. Ainul Yakin menyampaikan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya bangsa, khususnya budaya lokal Madura.
Menurutnya, IPNU dan IPPNU tidak hanya bergerak dalam bidang kaderisasi pelajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan budaya untuk ikut merawat warisan leluhur agar tetap lestari.
“Kami ingin pelajar di Sumenep memiliki rasa bangga terhadap budayanya sendiri. Batik bukan hanya simbol pakaian, tetapi bagian dari sejarah dan jati diri masyarakat Madura,” jelasnya.
Melalui kegiatan Workshop dan Pelatihan Membatik ini, diharapkan generasi muda semakin peduli terhadap pelestarian budaya lokal serta mampu menjadi penerus yang menjaga eksistensi batik Madura agar terus dikenal, dicintai, dan berkembang hingga masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....