Kemenbud RI Lestarikan Batik melalui Madura Batik Festival di Sumenep
- 20 Mei 2026 16:04 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Kementrian Kebudayaan (Kemenbud) RI menggelar Kegiatan Workshop dan Pelatihan Membatik bertajuk Madura Batik Festival di Pendopo Kraton Sumenep, Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan IPPNU Sumenep.
Sebanyak 100 pelajar dari berbagai daerah di Kabupaten Sumenep mengikuti Work Shop membatik. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus upaya pelestarian budaya batik khas Madura di kalangan generasi muda.
Hadir sebagai nara sumber yaitu Budayawan Madura H. Ibnu Hajar dan Owner Batik Rato, Busaki. Keduanya memberikan pemahaman tentang sejarah, filosofi, hingga teknik membatik khas Madura yang memiliki nilai budaya tinggi dan menjadi identitas masyarakat Madura.
Ketua Pelaksana Madura Batik Festival Kemenbud RI, Ach. Sayuthi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal, khususnya batik Madura yang menjadi warisan budaya daerah. ”Pelatihan membatik ini menyasar anak-anak muda khususnya kalangan pelajar, sebab pembatik tentu butuh generasi yang melanjutkan supaya identitas dan budaya batik Madura tidak hilang,” ungkap Sayuthi dalam sambutannya.
Sayuthi menyampaikan, kegiatan ini diharapkan generasi muda mampu menjaga, merawat, dan melestarikan budaya Madura, khususnya batik agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, batik perlu terus dilestarikan.
”Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung atas terselenggaranya kegiatan Madura Batik Festival. Dan tentu, kegiatan ini tidak hanya berhenti disini saja, pada kegiatan berikutnya dalam rangka melestarikan batik kita lanjutkan,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Sumenep, Hizbul Wathan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Madura Batik Festival yang dikemas dengan Work Shop dinilai mampu menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda di tengah perkembangan era modern dan digitalisasi.
Ia menyampaikan bahwa batik Madura merupakan aset budaya yang memiliki nilai tinggi dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep. Karena itu, keterlibatan pelajar dalam workshop embatik menjadi langkah penting agar budaya lokal tidak hilang ditelan zaman.
“Anak muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya daerah. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap akan lahir generasi yang mencintai dan bangga terhadap budaya Madura,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....