Cara Menjadikan Harta sebagai Ladang Ibadah

  • 01 Okt 2026 14:05 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Harta dalam Islam tidak hanya dipandang sebagai sarana memenuhi kebutuhan hidup. Harta juga dapat menjadi ladang ibadah apabila diperoleh dan digunakan sesuai ketentuan agama.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ustaz Romaiki Hafni, saat Mutiara Pagi, Rabu, 30 September 2026. Ia membahas cara menjadikan harta sebagai bagian dari amal ibadah. Menurutnya, hal pertama yang perlu diperhatikan ialah memastikan harta diperoleh melalui cara yang halal.

Ustaz menjelaskan, keberkahan harta tidak hanya ditentukan jumlah yang dimiliki. Cara memperoleh, menggunakan, dan memberikan harta kepada orang lain juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

“Harta yang dimiliki dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan ibadah, misalnya makanan yang dikonsumsi dapat diniatkan agar tubuh memiliki kekuatan untuk beribadah kepada Allah," katanya.

Begitu pula pakaian dan kebutuhan sehari-hari dapat bernilai ibadah apabila digunakan sesuai tuntunan agama. "Dengan niat yang benar, kebutuhan hidup tidak sekadar menjadi aktivitas duniawi, tetapi dapat bernilai sebagai amal," ujarnya.

Ustaz Romaiki juga mengingatkan pentingnya menggunakan sebagian harta untuk membantu orang lain. Sedekah menjadi salah satu cara berbagi sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menambahkan, bersedekah juga menjadi bentuk ikhtiar menjaga harta dari perkara yang meragukan atau syubhat. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperhatikan sumber penghasilan sekaligus memperbanyak amal melalui harta yang dimiliki.

“Selain sedekah, sebagian harta dapat diinfakkan untuk kepentingan masyarakat luas," katanya.

Menurutnya infak untuk pembangunan fasilitas ibadah, pendidikan, sosial dan kemaslahatan umum dapat menjadi amal yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Hal tersebut menjadi bentuk sedekah jariyah. Ketika manfaatnya terus dirasakan, amal tersebut diharapkan terus mengalir pahalanya selama manfaat itu berlangsung.

"Ini menjadi pengingat bahwa ukuran keberkahan harta bukan semata-mata banyaknya kekayaan," ucapnya. "Harta akan lebih bermakna ketika diperoleh secara halal, digunakan dengan niat ibadah dan dibagikan untuk kemaslahatan." sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....