Hari Kesaktian Pancasila: Merawat Nilai Keindonesiaan di Bumi Sumekar
- 01 Okt 2026 13:40 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai keIndonesiaan di tengah keberagaman masyarakat. Nilai tersebut perlu dirawat melalui kehidupan sosial, budaya, dan kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Di Kabupaten Sumenep, semangat tersebut memiliki ruang yang kuat melalui keberagaman budaya Madura. Tradisi lokal dapat menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, selama tetap sejalan dengan nilai kebangsaan dan Pancasila.
Pembina Pusat Studi Budaya Madura yang juga Wakil Rektor II Universitas PGRI (UPI) Sumenep, M. Ridwan menilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara. Nilai Pancasila harus hadir dalam perilaku masyarakat dan menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai perbedaan.
Menurutnya masyarakat Madura memiliki banyak kearifan lokal yang mencerminkan semangat kebersamaan. Nilai gotong royong, penghormatan terhadap orang lain, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.
"Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan warisan budaya, Gen Z juga harus punya benteng keilmuan dan keagamaan agar tidak ikut arus digitalisasi yang merugikan," katanya saat menjadi narasumber di Kita Indonesia, Kamis, 1 Oktober 2026. "Sehingga pengenalan sejarah, bahasa daerah, kesenian, tradisi dan kearifan lokal perlu dilakukan secara kreatif agar dekat dengan kehidupan generasi saat ini."
Di Sumenep, nilai keindonesiaan juga dapat dirawat melalui hubungan masyarakat daratan dan kepulauan. Perbedaan geografis, budaya, dan karakter masyarakat seharusnya menjadi kekayaan yang memperkuat persatuan, tanpa diskriminasi.
“Merawat Pancasila di bumi Sumekar berarti menjaga ruang kebersamaan di tengah perbedaan," ujarnya. "Semangat tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, bergotong royong, menjaga tradisi, dan mengutamakan kepentingan bersama."
Menjaga budaya lokal bukan berarti menutup diri dari perubahan zaman. Justru, budaya dapat menjadi pijakan untuk menerima perkembangan tanpa kehilangan identitas sebagai masyarakat Indonesia dan menjadi alat untuk merawat nilai keIndonesiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....