Rahasia Allah di Balik Titipan Keturunan bagi Pasangan Suami Istri
- 30 Agt 2026 08:19 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep — Kehadiran anak dalam rumah tangga merupakan salah satu anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT kepada pasangan suami istri. Namun, tidak semua pasangan langsung mendapatkan keturunan setelah menikah, karena waktu dan bentuk pemberian Allah memiliki hikmah yang tidak selalu dapat dipahami manusia.
Dalam dialog Mutiara Pagi RRI, Minggu, 30 Agustus 2026, ustadz Sama’, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menjelaskan, keturunan bukan semata-mata hasil dari keinginan manusia, melainkan bagian dari ketetapan Allah SWT. Karena itu, pasangan suami istri perlu membangun keyakinan, ikhtiar, dan kesabaran ketika menantikan hadirnya seorang anak.
| Baca juga: Kapan Tepatnya Burung Mulai Siap Bertelur? |
Menurutnya, setiap pasangan memiliki perjalanan rumah tangga yang berbeda. Ada yang segera dikaruniai anak setelah menikah, ada pula yang harus menunggu bertahun-tahun. Kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyalahkan, merasa rendah diri, ataupun menganggap rumah tangga belum sempurna.
“Anak merupakan titipan Allah yang memiliki tanggung jawab besar. Ketika seorang anak hadir, orang tua tidak hanya mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga menerima amanah untuk merawat, mendidik, memberikan kasih sayang, serta membentuk akhlak dan keimanannya,” katanya.
Sebaliknya, ketika keturunan belum hadir, pasangan tetap dianjurkan untuk terus berikhtiar. Ikhtiar dapat dilakukan melalui doa, menjaga kesehatan, berkonsultasi dengan tenaga medis apabila diperlukan, serta memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.
Ustadz Sama’ juga mengingatkan pasangan agar tidak menjadikan kehadiran anak sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan dalam rumah tangga. Pernikahan tetap dapat dipenuhi dengan kasih sayang, saling menghormati, dan berbagai bentuk kebaikan meskipun pasangan belum memperoleh keturunan.
Menurutnya, ada rahasia Allah di balik setiap penantian. Manusia hanya mengetahui apa yang tampak di hadapan mata, sedangkan Allah mengetahui waktu, keadaan, dan segala sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya.
Karena itu, pasangan suami istri yang sedang menantikan keturunan hendaknya tidak berhenti berharap. Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT, karena sejatinya keturunan adalah karunia, bukan sesuatu yang dapat dipaksakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....