Kapan Tepatnya Burung Mulai Siap Bertelur?
- 23 Apr 2026 18:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Di balik kicauan merdu dan warna bulu yang memesona, burung menyimpan satu fase kehidupan yang paling menentukan keberlangsungan spesiesnya, yaitu kemampuan bertelur. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa usia kesiapan bertelur pada burung bukanlah angka tunggal yang berlaku untuk semua jenis burung. Setiap spesies memiliki spesifik biologis tersendiri yang dipengaruhi oleh ukuran tubuh, lingkungan hidup, kondisi nutrisi, hingga faktor genetik yang telah terbentuk.
Memahami kapan burung memasuki fase produktif ini bukan hanya penting bagi peternak dan penangkar, tetapi juga bagi siapa saja yang peduli terhadap kelestarian satwa berbulu tersebut.
Secara umum, burung berukuran kecil cenderung mencapai kematangan jauh lebih cepat dibandingkan burung berukuran besar. Burung kenari, lovebird, dan parkit misalnya, sudah mampu menghasilkan telur pertamanya pada usia sekitar 6 hingga 12 bulan sejak menetas. Sementara untuk burung merpati umumnya mulai memasuki siklus bertelur di kisaran usia 5 hingga 6 bulan. Kecepatan pematangan ini merupakan sifat alamiah agar burung yang rentan terhadap predator dapat memperbanyak keturunan dengan cepat sebelum risiko kematian dini mengancam populasinya.
Berbeda jauh dengan burung kecil, spesies burung berukuran sedang hingga besar membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang sebelum tubuhnya benar-benar siap memproduksi telur. Burung jalak bali dan nuri memerlukan waktu sekitar 1 hingga 2 tahun untuk mencapai kematangan reproduksi. Kakatua dan elang bahkan bisa memakan waktu 3 hingga 5 tahun sebelum bertelur untuk pertama kalinya. Lamanya masa perkembangan ini berbanding lurus dengan kompleksnya sistem reproduksi dan kebutuhan energi yang lebih besar untuk memastikan setiap telur yang dihasilkan memiliki peluang bertahan hidup yang optimal.
Pada burung peliharaan yang umum diternakkan, peternak perlu memahami perbedaan antara usia biologis siap kawin dan usia ideal untuk mulai diternakkan. Meskipun lovebird betina secara fisik sudah bisa bertelur pada usia 8 bulan, para penangkar yang berpengalaman umumnya menyarankan agar proses pengembangbiakan baru dimulai saat burung menginjak usia 12 hingga 14 bulan.
Faktor nutrisi dan pencahayaan memainkan peran yang tidak bisa diabaikan dalam menentukan kapan seekor burung akan memulai siklus bertelurnya. Burung yang mendapatkan asupan kalsium, protein, dan vitamin D yang cukup cenderung memasuki fase reproduksi lebih tepat waktu dan menghasilkan telur dengan cangkang yang lebih kuat. Intensitas cahaya matahari juga menjadi pemicu hormon yang sangat berpengaruh; banyak spesies burung yang hanya bertelur pada musim tertentu karena perubahan hari menjadi sinyal bagi kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon reproduksi. Di penangkaran, kondisi pencahayaan buatan yang diatur dengan cermat dapat merangsang siklus bertelur sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim.
Tanda-tanda fisik dan perilaku tertentu biasanya muncul sebagai pertanda bahwa seekor burung betina sudah mendekati masa bertelur. Perut bagian bawah yang terlihat lebih besar dan terasa hangat saat disentuh lembut adalah salah satu indikator paling umum. Burung juga mulai menunjukkan ketertarikan lebih besar terhadap sarang, sering mengangkut material seperti daun, serat, atau ranting kecil ke tempat yang dianggap aman. Nafsu makan yang meningkat drastis, terutama terhadap makanan berprotein dan berkalsium tinggi seperti biji-bijian, serangga kecil, merupakan sinyal biologis alami bahwa tubuh burung sedang mempersiapkan diri untuk proses pembentukan telur yang memerlukan cadangan mineral besar. (RIA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....