Jangan Tinggalkan Generasi yang Lemah

  • 02 Jun 2026 10:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." QS. An Nisa Ayat 9.

Ayat ini menjelaskan saat orang tua menghadap kepada Allah mereka takut meninggalkan keturunan atau anak-anak mereka dalam keadaan yang lemah. Lemah yang dimaksud adalah dari segi aqidah.

Hal ini disampaikan Ustadzah Aviya Shaviana Shulha, Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi RRI, Selasa 2 Juni 2026. Ia menyampaikan, ajari kepada anak-anak untuk bertakwa kepada Allah SWT dengan menggunakan komunikasi yang baik, adil, yang tidak memaksa atau bahkan menyakiti.

“Maka jangan kemudian kita meninggalkan generasi yang lemah, sebagaimana disampaikan dalam ayat ini. Maka yang pertama memang yang harus kita takuti adalah bagaimana kita meninggalkan anak-anak kita generasi yang lemah secara akidah, sehingga perlu diajarkan ilmu, pendidikan, dan ikhtiarkan keturunan kita jadi anak-anak yang memiliki akidah yang kuat,” katanya menjelaskan.

Menurutnya pendidikan yang patut diajarkan kepada anak agar tidak menjadi generasi yang lemah yaitu penanaman apidah yang kuat. Dimulai sejak mencarikan mereka pasangan hidup, dengan pasangan yang baik, sholeh, sampai masa kehamilan atau disebut dengan pendidikan pranetal yang kemudian dilanjutkan setelah melahirkan dan sebagainya, agar anak tidak menjadi generasi yang lemah.

Aviya menambahkan, hal kedua adalah lemah dari segi fisik. Memberikan nutrisi, gizi dan asupan makanan yang cukup kepada anak secara halal dan baik, untuk menjaga anak tidak lemah dari fisik.

“Kemudian yang selanjutnya adalah lemah dari segi ilmu. Ini patut kiranya seorang orang tua yang benar-benar menghantarkan anaknya untuk menjadi orang yang ahlil ‘ilmi. Misal tentang ibadah, sholat, puasa, ha'id. Ini harus dipelajari oleh anak-anak kita agar tidak menjadi generasi yang lemah. Agar menjadi anak-anak yang memiliki ilmu lebih-lebih tentang ilmu fardu ‘ain,” imbuhnya.

Kemudian lemah dari segi psikologis. Mental anak dalam tumbuh kembang harus baik. Ucapkan kepada mereka dengan komunikasi yang benar, ucapan yang menenangkan, bukan ucapan yang keras.

Terakhir, Jangan jadikan generasi lemah dari segi ekonomi. Jadikan generasi kita anak yang berkecukupan. Yang tidak lemah dalam segi ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....