"Eggshell Parenting", saat Anak Harus Berhati-Hati di Rumah

  • 27 Jul 2026 09:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Bagi sebagian anak, suasana di rumah tidak selalu mudah diprediksi. Mereka terbiasa membaca ekspresi wajah, nada bicara, hingga gerak-gerik orang tua sebelum memutuskan untuk berbicara atau melakukan sesuatu. Pola pengasuhan seperti ini dikenal dengan istilah eggshell parenting.

Mengutip Parents, eggshell parenting berasal dari ungkapan “walking on eggshells” atau berjalan di atas kulit telur. Istilah ini menggambarkan pola pengasuhan ketika orang tua memiliki perubahan suasana hati yang sulit ditebak, mudah meledak, atau menunjukkan perilaku yang tidak konsisten. Kondisi tersebut dapat membuat anak terus merasa harus berhati-hati agar tidak memicu kemarahan orang tua.

Dampaknya tidak selalu terlihat dalam bentuk konflik besar. Anak bisa menjadi terlalu berhati-hati saat berbicara, memilih menyembunyikan perasaan, atau merasa bertanggung jawab atas suasana hati orang tua. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi rasa aman dan cara anak berhubungan dengan orang lain.

Menurut Center on the Developing Child dari Harvard University, hubungan yang aman, stabil, dan responsif dengan orang dewasa berperan penting dalam membantu anak menghadapi tekanan. Sebaliknya, stres yang berlangsung terus-menerus tanpa dukungan yang memadai dapat memengaruhi perkembangan dan kesejahteraan anak.

Meski demikian, orang tua yang sesekali kehilangan kesabaran tidak otomatis menerapkan eggshell parenting. Perbedaannya terletak pada pola perilaku yang terus berulang, perubahan emosi yang sulit diprediksi, serta sikap setelah konflik terjadi. Orang tua yang mampu mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memperbaiki hubungan dapat membantu mengembalikan rasa aman anak.

Tekanan pekerjaan, kelelahan, masalah keluarga, hingga pengalaman masa lalu dapat memengaruhi cara orang tua mengelola emosi. Karena itu, orang tua perlu mengenali pola tersebut dan belajar memberi jeda sebelum bereaksi. Jika ledakan emosi terus berulang dan sulit dikendalikan, mencari bantuan profesional juga dapat menjadi langkah yang tepat.

Eggshell parenting mengingatkan bahwa anak tidak seharusnya tumbuh dengan perasaan harus terus menebak suasana hati orang tuanya. Menjadi orang tua tidak berarti harus selalu tenang dan sempurna. Namun, kemampuan untuk mengelola emosi, bertanggung jawab atas perilaku, dan memperbaiki hubungan dapat membantu menciptakan rumah yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....