Hasil Tangkapan Menurun, Harga Ikan Pindang Merangkak Naik
- 23 Jul 2026 15:12 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Penurunan hasil tangkapan ikan pelagis, seperti tongkol, layang, dan kembung, berdampak pada kenaikan harga ikan pindang dan bahan bakunya di pasar. Memasuki musim angin timur pada Juli 2026, hasil tangkapan di beberapa wilayah perairan dilaporkan turun hingga sekitar 50 persen. Sehingga pasokan ikan segar untuk industri pindang ikut berkurang.
Di perairan selatan Jawa, seperti Pacitan, angin timur yang bertiup kencang membuat gerombolan ikan menyebar dan sulit ditemukan. Kondisi serupa juga terjadi di perairan Masalembu dan sekitar Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Angin dominan bertiup dari arah timur hingga tenggara sehingga gelombang meningkat dan aktivitas penangkapan menjadi tidak maksimal.
"Musim angin timur membuat ikan berpencar, terutama di sekitar Masalembu dan Pulau Kangean. Berkurangnya hasil tangkapan membuat pasokan ikan ke darat ikut menurun sehingga harga bahan baku pindang mengalami kenaikan," ujar Juragan Perahu asal Sumenep, H. Masdawi.
Terbatasnya pasokan ikan segar dari nelayan membuat harga ikan pindang terus merangkak naik. Berdasarkan pantauan selama Juli 2026, harga ikan tongkol pindang berada pada kisaran Rp28.000–Rp35.000 per kilogram. Sementara ikan pindang cue atau pindang keranjang dijual Rp10.008–Rp13.500 per kemasan berisi dua hingga tiga ekor, sedangkan ikan salem laut sebagai salah satu bahan baku pindang mencapai sekitar Rp49.500 per kilogram.
"Kalau hasil tangkapan berkurang, pengolah pindang otomatis berebut bahan baku. Dampaknya harga ikan segar naik lebih dulu, kemudian diikuti harga ikan pindang di tingkat pedagang. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir karena pasokan belum stabil," kata H. Masdawi.
Menurutnya, musim angin timur masih menjadi tantangan utama bagi nelayan karena selain memengaruhi kondisi gelombang, juga membuat lokasi gerombolan ikan berubah sehingga waktu pencarian menjadi lebih lama. Selama kondisi cuaca belum benar-benar membaik, pasokan ikan diperkirakan masih akan berfluktuasi dan memengaruhi harga di pasaran.
"Kalau dibandingkan bulan Mei dan Juni, kondisi pada akhir Juli ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Ikan mulai lebih mudah didapat meski jumlahnya belum kembali normal. Kami berharap cuaca semakin bersahabat agar hasil tangkapan terus meningkat sehingga pasokan kembali lancar dan harga ikan pindang bisa berangsur stabil," pungkas H. Masdawi. (RIA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....