BMKG Prediksi Musim Kemarau di Madura Meluas hingga Mei 2026
- 20 Apr 2026 13:21 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Trunojoyo Sumenep memprakirakan sebagian besar wilayah Pulau Madura akan memasuki puncak awal musim kemarau pada akhir April hingga Mei 2026. Saat ini, wilayah Madura masih berada dalam masa transisi atau pancaroba dengan potensi hujan lokal yang mulai menurun intensitasnya.
Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menjelaskan bahwa peralihan musim ini dipengaruhi oleh aktivitas angin timuran yang mulai menguat. Selain itu, pihaknya mendeteksi adanya indikasi fenomena El Nino menuju kategori moderat yang berpotensi memperpanjang durasi musim kering di wilayah tersebut.
"Indikasi El Nino menuju kategori moderat ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering," katanya saat dikonfirmasi di Sumenep, Senin 20 April 2026.
Seiring dengan masuknya musim kemarau, BMKG juga mencatat munculnya sejumlah titik panas (hotspot), salah satunya terpantau di wilayah Kabupaten Sampang. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran lahan serta waspada terhadap perbedaan suhu ekstrem antara pagi dan siang hari.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalianget 23 Februari |
Di sektor kelautan, aktifnya angin timuran memicu kenaikan gelombang di perairan Madura yang kini mencapai ketinggian 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi ini dinilai cukup berisiko bagi jalur pelayaran kecil dan aktivitas nelayan tradisional.
"Kondisi tersebut cukup berisiko terutama di jalur pelayaran yang berhadapan langsung dengan arah angin timuran," ujarnya.
Meskipun terdapat risiko kebencanaan, BMKG menilai musim kemarau kali ini menjadi peluang bagi sektor pertanian tertentu. Para petani garam dan tembakau diharapkan dapat memanfaatkan momentum cuaca kering ini secara optimal untuk meningkatkan produktivitas hasil panen mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....