Bahan Pokok di Pasar Tradisional Bluto Merangkak Naik Jelang Ramadan

  • 15 Feb 2026 23:06 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional wilayah Sumenep, khususnya di Kecamatan Bluto, diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan. Meningkatnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan dapur menjadi salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga cabai, bawang, dan tomat di tingkat pedagang.

Seorang pedagang sayur di Pasar Bluto, Sumenep Madura, Siti Aminah, mengatakan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan minggu sebelumnya. Jika sebelumnya harga cabai berada di kisaran Rp68 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp70 ribu hingga Rp98 ribu per kilogram, tergantung kualitas barang.

Tidak hanya cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Saat ini bawang merah dijual sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, sementara bawang putih berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Sedangkan harga tomat yang sebelumnya relatif murah kini ikut naik menjadi sekitar Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga biasanya terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan, termasuk Ramadan. Selain permintaan yang meningkat, biaya distribusi dan pasokan ikut memengaruhi harga," ucapnya, Minggu, 15 Februari 2026

Ia menambahkan para pembeli berharap harga kebutuhan pokok tidak terus melonjak, terutama karena sebagian masyarakat harus menyiapkan kebutuhan tambahan untuk sahur dan berbuka puasa. Jika harga terus naik, daya beli masyarakat dikhawatirkan menurun sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi di pasar.

Pantauan RRI.co.id, Para pembeli masih berantusias walaupun dengan adanya kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan langkah pengendalian, seperti operasi pasar atau pemantauan distribusi bahan pokok, agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak terbebani menjelang Ramadan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan serta kestabilan ekonomi warga setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....