Rahasia Keteguhan Iman Nabi Ibrahim hingga Meraih Gelar Khalilullah

  • 12 Jun 2026 13:20 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Sosok Nabi Ibrahim AS merupakan figur agung dalam sejarah ketauhidan Islam yang memiliki keistimewaan luar biasa di mata Allah SWT. Di antara sekian banyak nabi dan rasul, beliau menjadi salah satu yang dianugerahi gelar mulia sebagai Khalilullah, yang berarti Kekasih Allah. Gelar istimewa ini disematkan langsung oleh Allah SWT sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa, sebagai bentuk penghargaan atas keteguhan iman dan kepatuhan mutlak yang ditunjukkan oleh beliau sepanjang hidupnya.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Ustaz Romaiki Hafni, menjelaskan bahwa berdasarkan kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Imam Nawawi, terdapat tiga rahasia utama di balik penyematan gelar tersebut. Alasan pertama dan paling utama adalah Nabi Ibrahim tidak pernah mendahului perintah makhluk lain di atas perintah Allah SWT.

“Beliau selalu menempatkan instruksi dan wahyu illahi sebagai prioritas tertinggi di atas segala-galanya, termasuk di atas keinginan pribadinya sendiri,” katanya, Rabu, 10 Juni 2026.

Keteguhan tersebut dibuktikan melalui serangkaian ujian berat yang berhasil dilewati Nabi Ibrahim dengan kepatuhan sempurna. Beberapa di antaranya meliputi perintah menghancurkan berhala meskipun ditentang oleh ayahnya, perintah meninggalkan sang istri beserta Nabi Ismail yang masih bayi di padang tandus Makkah, hingga ujian puncaknya berupa perintah menyembelih putra tercintanya melalui mimpi.

“Selain kepatuhan mutlak, dua alasan lain yang membuat beliau menjadi kekasih Allah adalah sifatnya yang tidak pernah mengkhawatirkan rezeki yang telah dijamin-Nya, serta kedermawanannya yang luar biasa karena tidak pernah makan pagi atau malam kecuali bersama tamu,” tambahnya.

Lanjut, Uztaz Romaiki mengatakan umat Muslim diharapkan dapat memetik hikmah mendalam mengenai arti kesabaran dan totalitas dalam berpasrah diri kepada pencipta. Meneladani sifat Khalilullah bukan sekadar mengagumi kisahnya, melainkan menerapkan prinsip mendahulukan rida Allah dalam setiap keputusan hidup di era modern saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....