Tradisi Pelaksanaan Idul Adha di Beberapa Negara
- 21 Mei 2026 06:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Takbir Idul Adha selalu menghadirkan suasana hangat bagi umat Muslim dunia. Perayaan ini bukan sekadar hari besar keagamaan biasa. Idul Adha juga menjadi simbol pengorbanan, kepedulian, dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Idul Adha diperingati setiap 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Perayaan ini berlangsung setelah rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Karena memakai kalender lunar, tanggal Idul Adha selalu berubah setiap tahun.
Perayaan Idul Adha berawal dari kisah Nabi Ibrahim as. dan putranya, Nabi Ismail as. Nabi Ibrahim diperintahkan Allah Swt. untuk mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan. Namun, Allah menggantinya dengan seekor hewan kurban sebelum penyembelihan dilakukan.
Nilai pengorbanan tersebut kemudian diwujudkan melalui ibadah kurban oleh umat Muslim. Hewan kurban biasanya berupa kambing, sapi, domba atau unta. Dagingnya dibagikan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat kurang mampu. Lalu seperti apa tradisi Idul Adha di sejumlah negara?
| Baca juga: Tips Menjaga Daging Kurban Tetap Segar |
Uni Emirat Arab
Dilansir dari laman Telangana Today, di Uni Emirat Arab, Idul Adha dimulai dengan salat Id berjamaah di lapangan terbuka. Anak-anak mengenakan pakaian terbaik sambil menerima hadiah “Eidi” dari keluarga. Masyarakat juga menikmati hidangan khas seperti Sheer Khurmo bersama kerabat dekat.
Turki
Masyarakat Turki memiliki tradisi unik saat Idul Adha berlangsung. Generasi muda mencium tangan orang tua sebagai tanda hormat dan kasih sayang. Sebagian warga juga memilih berdonasi kepada lembaga sosial sebagai bentuk pengorbanan modern.
Mesir
Di Mesir, Idul Adha dikenal dengan nama “Eid-el-Kibr”. Suasana perayaan dipenuhi silaturahmi keluarga dan pembagian daging kurban kepada masyarakat miskin. Tradisi ini memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat Mesir.
Iran
Umat Muslim Iran merayakan Idul Adha dengan berbagai sajian berbahan daging kurban. Hidangan seperti kebab, haleem, dan nasi baghali menjadi menu khas keluarga. Salat Id juga dilaksanakan secara khidmat di masjid maupun area terbuka.
| Baca juga: Idul Adha Ajarkan Mengorbankan yang Dicintai |
India, Pakistan dan Bangladesh
Di India, Pakistan dan Bangladesh, Idul Adha dirayakan sangat meriah dan religius. Umat Muslim mengenakan pakaian baru lalu menghadiri salat Id bersama keluarga. Penyembelihan hewan kurban dilakukan untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Pakistan bahkan menetapkan libur Idul Adha hingga empat hari penuh. Selama perayaan, toko-toko banyak ditutup untuk menghormati ibadah masyarakat. Tradisi berkumpul bersama keluarga menjadi bagian penting dalam suasana Idul Adha.
Kanada, Amerika Serikat dan Inggris
Sementara itu, Muslim di Kanada, Amerika Serikat dan Inggris merayakan Idul Adha melalui festival komunitas. Berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan bazar makanan digelar untuk mempererat persaudaraan. Masjid-masjid juga mengadakan kajian Islam dan kegiatan edukatif bagi generasi muda.
Meski dirayakan dengan budaya berbeda, pesan Idul Adha tetap sama di seluruh dunia. Perayaan ini mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan pentingnya berbagi kepada sesama. Idul Adha menjadi pengingat bahwa pengorbanan terbaik lahir dari ketulusan iman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....