Belajar dari Khadijah dan Hajar: Perempuan Kuat yang Melahirkan Generasi Hebat

  • 27 Apr 2026 16:14 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Sosok istri Rasulullah, Khadijah dan Hajar dinilai menjadi teladan utama perempuan dalam membangun cinta dan generasi dalam Islam. Hal ini disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Senin, 27 April 2026.

Khadijah Istri Rasulullah

Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ustaz Faisal Rimzani, menegaskan peran Khadijah tidak hanya sebagai istri Rasulullah saw., tetapi juga sebagai pilar penting dalam perjuangan dakwah dan pembentukan generasi awal Islam. Ia menyebut Khadijah sebagai sosok yang layak menjadi rujukan perempuan masa kini.

Menurutnya, Khadijah menunjukkan keteladanan melalui pengorbanan dan dukungan penuh terhadap perjuangan Rasulullah. Ia bahkan rela mengorbankan harta dan seluruh yang dimilikinya demi keberlangsungan dakwah.

“Khadijah mampu mendukung dakwah Rasulullah dan mencetak generasi berkualitas, salah satunya Fatimah,” ujarnya. Keteladanan ini kemudian diikuti para istri sahabat yang turut berkorban demi perjuangan suami mereka.

Hajar Istri Nabi Ibrahim

Selain Khadijah, ia juga mencontohkan sosok Hajar sebagai perempuan tangguh dalam membangun generasi. Dalam kondisi sulit di padang pasir, Hajar tetap berjuang demi keselamatan anaknya, Nabi Ismail as.

Perjuangan Hajar yang berlari antara Bukit Shafa dan Marwah menjadi simbol kuat cinta seorang ibu yang tidak hanya didasari rasa kasihan. Ia menegaskan cinta sejati membutuhkan pengorbanan dan keteguhan.

“Makna cinta tidak boleh dipersempit hanya sebagai rasa kasihan, tetapi harus lebih luas, termasuk ketegasan dalam mendidik anak,” katanya. Ia menilai sikap terlalu memanjakan anak justru dapat berdampak negatif bagi perkembangan mereka.

Lebih lanjut, ia menekankan perempuan harus mampu mendidik diri sebelum mendidik generasi. Kualitas pribadi perempuan akan sangat menentukan kualitas anak dan lingkungan sekitarnya.

Ustaz Faisal juga menambahkan bahwa cinta dalam keluarga bersifat menular. Ketika seorang ibu mampu menebarkan kasih sayang dalam keluarga, maka nilai tersebut akan tumbuh pada suami dan anak-anak, sehingga membentuk keluarga yang harmonis dan kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....