Sowan DPRD Jawa Timur Dorong Perempuan Madura Berdaya

  • 02 Mei 2026 21:49 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Dalam upaya memperkuat peran perempuan sebagai pilar strategis pembangunan, DPRD Jawa Timur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menggelar kegiatan Sowan (Sosialisasi Dewan) dengan mengusung tema “Perempuan Madura Berdaya, Indonesia Sejahtera”. Kegiatan yang diinisiasi Abrari ini berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Gedung Joeang, Karduluk, Sumenep.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, khususnya di wilayah Madura. Kehadiran program Sowan di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni dosen STIDAR sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan SDM Perempuan Sumenep, Imalah, serta Sekretaris Srikandi KERIS Kabupaten Sumenep, Aimmatul Muslimah. Keduanya menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya penguatan kapasitas perempuan dalam berbagai dimensi, baik sosial, ekonomi, maupun hukum.

Dalam pemaparannya, Imalah menegaskan bahwa perempuan Madura memiliki potensi besar sebagai penggerak ketahanan keluarga sekaligus agen perubahan sosial. Ia menekankan pentingnya akses pendidikan, perlindungan hukum, serta kebijakan yang responsif gender sebagai fondasi utama pemberdayaan perempuan.

“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat dan berkontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang sejahtera. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar perempuan memperoleh hak dan kesempatan yang setara,” ujar Imalah.

Sementara itu, Aimmatul Muslimah menyoroti pentingnya pendekatan kultural dalam pemberdayaan perempuan Madura. Dengan perspektif mubadalah atau kesalingan, ia menjelaskan bahwa relasi setara antara laki-laki dan perempuan akan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, baik dalam lingkup keluarga maupun kehidupan sosial.

“Kegiatan Sowan ini juga menjadi wadah dialog interaktif antara masyarakat dan pemangku kebijakan. Berbagai aspirasi yang disampaikan, mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, hingga perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender, diharapkan dapat menjadi bahan dalam perumusan kebijakan yang lebih inklusif,” kata Aimmatul Muslimah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa perempuan berdaya merupakan kunci menuju Indonesia yang sejahtera, adil, dan berkemajuan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....