PLN Cek Langsung Infrastruktur Listrik Madura, Perkuat Sistem Jelang Kemerdekaan

  • 15 Agt 2026 06:23 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Tim gabungan PLN turun langsung mengecek sejumlah infrastruktur kelistrikan di Pulau Madura, 13 hingga 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menindaklanjuti rapat koordinasi strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Madura.

Tim yang terdiri dari jajaran Kantor Pusat, Unit Induk, dan Unit Pelaksana tersebut dipimpin Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa Timur, Imam Asrori. Mereka mengecek sejumlah gardu induk, mulai dari GI Sumenep, Guluk-Guluk, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan.

Selain gardu induk, tim juga melakukan pengecekan terhadap jalur transmisi SUTT 150 kilovolt Bangkalan-Sampang. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi jaringan dan memastikan langkah perbaikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Hasil evaluasi menunjukkan sistem kelistrikan Madura yang masih bersifat radial dari Bangkalan hingga Sumenep menghadapi beban yang terus meningkat. Pembebanan SUTT 150 kV Bangkalan-Sampang tercatat mencapai 98,88 persen, dengan beban tertinggi 296,44 megawatt pada pertengahan Mei 2026.

Sementara itu, pembebanan jalur Sampang-Pamekasan mencapai 63,71 persen dengan beban tertinggi 191,14 megawatt pada awal Januari 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan listrik PLN UP3 Madura yang mencapai 7,5 persen dengan jumlah 1.236.523 pelanggan.

PLN juga memperkirakan adanya tambahan beban listrik sekitar 21 megawatt hingga akhir 2026. Untuk mengantisipasinya, PLN UID Jawa Timur mendorong percepatan sejumlah proyek penguatan sistem kelistrikan Madura.

Langkah tersebut meliputi penambahan kapasitas melalui rekonduktoring SUTT 150 kV Bangkalan-Sampang dan Sampang-Pamekasan. PLN juga menyiapkan pembangunan sistem looping SUTT 150 kV dari GI Bangkalan menuju GI Guluk-Guluk yang ditargetkan terealisasi pada 2027.

Selain penguatan jaringan, PLN mengupayakan skema sewa PLTMG berkapasitas 30 megawatt di Sumenep dapat rampung pada 2026. Tambahan pembangkit tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan daya sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan.

Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa Timur, Imam Asrori, mengatakan pengecekan langsung penting untuk memastikan keputusan teknis sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, hasil peninjauan menjadi dasar PLN dalam menentukan langkah penguatan jaringan.

"Momentum Kemerdekaan RI ini kami manfaatkan untuk turun langsung melihat kondisi riil di lapangan. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk menentukan eksekusi jaringan, termasuk percepatan rekonduktoring dan penambahan pembangkit di Sumenep," ujar Imam.

Ia menegaskan, penguatan sistem kelistrikan menjadi prioritas agar pasokan listrik Madura semakin andal. PLN berharap keandalan listrik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat tanpa terganggu persoalan keterbatasan daya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....