Jangan Salah Pilih, Kenali Cumi Segar sebelum Membeli

  • 22 Apr 2026 18:37 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Di balik kelezatan hidangan cumi goreng tepung, cumi saus tiram, atau cumi bakar yang menggugah selera, tersimpan satu rahasia penting yang sering diabaikan: kesegaran bahan baku. Banyak orang tergoda memilih cumi berdasarkan harga murah atau penampilan yang tampak menggiurkan di etalase pasar, tanpa benar-benar memahami tanda-tanda kesegaran yang sesungguhnya.

Langkah pertama dan paling mudah dalam memilih cumi segar adalah memanfaatkan indera penciuman. Cumi yang masih dalam kondisi baik memiliki aroma laut yang ringan dan segar, mirip seperti bau air laut yang bersih. Sebaliknya, cumi yang mulai membusuk akan mengeluarkan bau amis menyengat yang tidak wajar, bahkan kadang disertai aroma asam atau busuk.

Selain aroma, tampilan fisik cumi menjadi indikator kesegaran yang tak kalah penting. Cumi segar memiliki kulit luar yang mengkilap dengan warna putih kemerahan atau keunguan cerah, tergantung jenisnya. Tinta yang terdapat di dalam tubuh cumi pun masih terlihat pekat dan hitam legam, bukan pucat atau menyebar tidak beraturan. Hindari memilih cumi dengan permukaan kulit yang kusam, berlendir berlebihan, atau menunjukkan bercak kecokelatan.

Tekstur daging cumi adalah bukti kesegaran yang bisa dirasakan langsung saat dipegang. Tekan tubuh cumi secara perlahan dengan jari; jika daging terasa kenyal dan elastis lalu kembali ke bentuk semula, itu pertanda jaringan daging masih dalam kondisi prima. Sebaliknya, daging yang lembek, mudah hancur, atau terasa seperti bubur mengindikasikan bahwa proses pembusukan telah berlangsung di tingkat sel.

Perhatikan pula kondisi mata cumi biasanya ini menjadi tanda kesegarannya. Mata cumi yang segar tampak jernih, bening, dan menonjol keluar secara alami, layaknya kaca yang baru dibersihkan. Jika mata cumi sudah terlihat cekung ke dalam, berwarna keruh, atau bahkan sudah rusak, besar kemungkinan cumi tersebut telah lama berada di luar rantai pendingin yang semestinya.

Tidak kalah penting, perhatikan kondisi penyimpanan cumi di tempat penjualan. Cumi segar yang baik seharusnya disimpan di atas hamparan es batu yang cukup tebal, bukan sekadar ditaruh di wadah terbuka di suhu ruang. Cumi yang dijual di pasar tradisional maupun supermarket idealnya dijaga pada suhu di bawah 4 derajat Celsius agar tetap terjaga.

Terakhir, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada penjual mengenai asal-usul dan waktu kedatangan cumi yang dijual. Penjual yang jujur dan profesional biasanya dengan senang hati memberikan informasi tersebut, termasuk dari mana cumi didapat dan kapan terakhir kali stok diperbarui. (RIA)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....