Yasin Fadhilah, Ikhtiar Spiritual Memohon Kemudahan dan Keberkahan
- 23 Mei 2026 13:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Tradisi membaca Yasin Fadhilah masih terus hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Amalan ini biasanya dilakukan secara berjamaah pada malam Jumat, saat tahlilan, maupun ketika seseorang memiliki hajat tertentu. Yasin Fadhilah sendiri merupakan pembacaan Surah Yasin yang dipadukan dengan doa-doa dan zikir khusus sebagai bentuk ikhtiar spiritual mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Surah Yasin dikenal sebagai ‘jantung Al-Qur’an’ karena kandungannya yang meneguhkan keimanan tentang kehidupan, kematian, dan kekuasaan Allah SWT. Membaca Surah Yasin diyakini dapat menghadirkan ketenangan hati, mempermudah urusan, serta menjadi sarana memohon ampunan kepada Allah SWT. Hal ini disampaikan Nyai Hj. Siti Amaniyah, Tokoh Ulama Perempuan Sumenep, saat di pengajian An Nisa Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Jumat, 22 Mei 2026.
Nyai Ama panggilan akrab Nyai Hj. Siti Amaniyah, mengatakan bahwa amalan Yasin Fadhilah berkembang luas di kalangan pesantren dan masyarakat Nusantara. Biasanya, setiap ayat tertentu disertai doa khusus yang dibaca berulang sesuai hajat pembacanya. Tradisi ini diwariskan para ulama sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus media memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.

Ia menambahkan, membaca Yasin Fadhilah juga dipercaya mampu menumbuhkan ketenangan batin. Banyak umat Islam menjadikan amalan ini sebagai pengingat untuk lebih dekat kepada Al-Qur’an di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari. Tradisi membaca Yasin bersama juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga.
Sejumlah hadis juga menyebut keutamaan membaca Surah Yasin. Salah satunya terkait harapan memperoleh ampunan dosa dan kemudahan dari Allah SWT bagi orang yang membacanya dengan penuh keikhlasan. Karena itu, Surah Yasin menjadi salah satu surat yang paling sering diamalkan umat Islam dalam berbagai kesempatan ibadah.
Meski demikian, Nyai Ama mengingatkan agar tidak pilih-pilih surat dalam Al Qur’an, karena sejatinya semua Surat dalam Al qur’an bermakna dan punya keutamaan. Nilai utama dari membaca Al-Qur’an tetap terletak pada penghayatan isi kandungan ayat dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Yasin Fadhilah tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....