Kurang Minum Bisa Berdampak Serius, Ini Penjelasannya
- 22 Feb 2026 11:52 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Air merupakan komponen utama dalam tubuh manusia. Sekitar 50 hingga 65 persen tubuh terdiri dari air yang tersebar di dalam sel, jaringan, organ, dan darah. Karena itu, kecukupan cairan menjadi faktor penting agar seluruh sistem tubuh dapat bekerja secara optimal setiap hari.
Menurut Mayo Clinic dalam artikel “Water: How much should you drink every day?”, air memiliki peran vital dalam menjaga fungsi tubuh. Air membantu mengatur suhu tubuh, melindungi jaringan sensitif, serta mendukung berbagai proses biologis penting.
Air juga berperan dalam sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi. Cairan membantu tubuh memproses makanan, mendistribusikan vitamin dan mineral melalui aliran darah, serta membuang sisa metabolisme melalui urine dan feses.
Selain fungsi fisik, hidrasi yang cukup berdampak pada kinerja otak. Kekurangan cairan, bahkan dalam tingkat ringan, dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan tingkat energi seseorang sepanjang hari.
| Baca juga: Bahaya Mikroplastik yang Tidak Kita Sadari |
Tubuh secara alami kehilangan cairan melalui pernapasan, keringat, dan aktivitas harian. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, kondisi dehidrasi dapat terjadi dan menyebabkan rasa lelah, pusing, serta penurunan performa fisik maupun mental.
Kebutuhan cairan setiap orang tidak sama. Faktor seperti usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan lingkungan memengaruhi jumlah asupan yang dibutuhkan. Secara umum, orang dewasa sehat dianjurkan mengonsumsi sekitar 2,7 hingga 3,7 liter cairan per hari, termasuk dari makanan dan minuman lain.
Selain air putih, sumber cairan juga dapat diperoleh dari minuman seperti susu, teh, dan kopi, serta buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi. Indikator sederhana bahwa tubuh terhidrasi dengan baik adalah jarang merasa haus dan warna urine yang jernih atau kuning muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....