Bahaya Mikroplastik yang Tidak Kita Sadari

  • 03 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Mikroplastik kini menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan manusia. Partikel sangat kecil ini berasal dari hancuran plastik sehari-hari. Sumber utama mikroplastik berasal dari food packaging pakaian sintetis serta limbah rumah tangga. Gesekan dan paparan matahari membuat plastik terurai menjadi partikel kecil.

“Jadi memang mikroplastik ini masih jarang disosialisasikan dimana-mana bahwa hari ini kita selain berada di ancaman darurat sampah dan krisis iklim kita juga ada di ancaman yang bernama mikroplastik itu sendiri. Memang mikroplastik ini salah satu turunan dari darurat sampah itu sendiri, mikroplastik itu sebenarnya partikel terkecil dari plastik yang ukurannya kalau dilihat secara kasat mata tanpa alat apapun itu tidak bisa karena ukurannya kurang dari 5 mm, sehingga harus menggunakan alat bantu khusus, baik di udara ataupun di makanan,” kata Machalafri Iskandar, Founder Arasa Sosiopreneur, Saat di Program Green Radio RRI, Sabtu 31 Januari 2026.

Menurut Afri, sapaan akrab Machalafri Iskandar yang pernah memgikuti seminar  mikroplastiknya Ecotone, salah satu NGO yang meneliti tentang mikroplastik secara khusus, bahwa masih sedikit pihak atau orang yang mengetahui tentang mikroplastik itu apa, bahayanya apa saja, termasuk dampaknya yang bisa berbahaya bagi tubuh. 

“Sebenarnya sampah yang dibuang sembarangan di laut, di tempat-tempat umum itu sebenarnya bisa berdampak ke kita juga bukan hanya ke lingkungan, tapi ke badan kita karena mikroplastik yang masuk melalui udara,” ujarnya.

Afri juga mengingatkan, air dalam tempat atau wadah plastik yang terkena matahari seperti  air minum dalam kemasan cukup berbahaya. Sehingga disarankan untuk air kemasan tidak terkena sinar matahari karena ketika terkena sinar matahari, sebab mikroplastiknya akan masuk ke dalam air yang akan dikonsumsi.

Dampak mikroplastik bagi kesehatan masih terus diteliti para ahli. Sejumlah studi mengaitkannya dengan gangguan hormon serta peradangan.

Masyarakat dapat mengurangi paparan dengan membatasi plastik sekali pakai. Gunakan wadah pakai ulang dan pilih produk ramah lingkungan.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....