Dinkes PBD Catat 1.200 ODHIV, 1.400 Kasus TBC dan 4.400 Malaria

  • 06 Okt 2026 16:51 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya mencatat sekitar 1.200 Orang dengan HIV (ODHIV) yang masih hidup, 1.400 kasus Tuberkulosis (TBC), dan sekitar 4.400 kasus Malaria di Papua Barat Daya.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter Kambu, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan serta Pengendalian Penyakit (Kesmas dan P2P), dr. Mavkren J. Kambuaya, dalam kegiatan pelatihan Kader Tangguh ATM yang digelar Yayasan Papua Lestari (YAPARI) di The Belagri Airport, Kota Sorong, Selasa 6 Oktober 2026.

Mavkren mengatakan, untuk kasus TBC, data tersebut merupakan kasus yang telah dinotifikasi dan terkonfirmasi positif. Selain TBC yang sensitif terhadap obat, Dinkes PBD juga mencatat 44 kasus TBC resisten obat.

“Untuk kasus HIV/AIDS untuk Papua Barat Daya terakhir yaitu kurang lebih ODHIV yang hidup kurang lebih 1.200 orang. Kemudian untuk kasus TB saat ini yang sudah notifikasi, yaitu sudah positif kasus TB sebanyak 1.400 kasus,” ujar Mavkren.

“Untuk resisten obat TB sendiri kurang lebih sudah ada 44 kasus atau 44 orang yang terdeteksi TB resisten obat. Kemudian untuk Malaria kurang lebih ada 4.400 kasus untuk Papua Barat Daya,” lanjutnya.

Dalam upaya menekan kasus tersebut, Mavkren mengatakan Dinkes PBD menjalankan tugas sesuai kewenangannya, mulai dari penyusunan dan sosialisasi kebijakan hingga dukungan kepada fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes juga menyosialisasikan ketentuan dari Kementerian Kesehatan, Peraturan Gubernur terkait penanggulangan HIV, TBC, dan Malaria, serta pedoman teknis kepada masyarakat dan tenaga kesehatan.

“Selain membuat kebijakan dan juga mensosialisasikan, baik kebijakan dari ketentuan dari Kementerian Kesehatan, kemudian juga di provinsi yaitu Peraturan Gubernur tentang penanggulangan HIV, TB, dan Malaria, dan juga pedoman-pedoman teknis,” katanya.

Selain itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan turut diberikan pelatihan serta dukungan berupa obat, bahan habis pakai, dan logistik.

Dinkes PBD juga berkoordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam memberikan materi dan mendukung pelaksanaan program penanggulangan penyakit tersebut.

Mavkren mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan sesuai karakteristik masing-masing penyakit.

Untuk HIV, masyarakat diminta menjaga diri dan setia kepada pasangan. Bagi masyarakat yang telah melakukan hubungan berisiko, penggunaan kondom disebut sebagai salah satu upaya pencegahan penularan.

Sementara bagi masyarakat yang telah terinfeksi HIV, Mavkren meminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan dan menjalani pengobatan.

“Untuk HIV, setia pada pasangan, jaga diri. Bila melakukan hubungan berisiko, pemerintah tetap menggunakan kondom karena itu salah satu cara penggunaannya. Kemudian yang sudah terkena, datang ke layanan kemudian untuk diperiksa dan minum obat,” jelasnya.

Untuk TBC, masyarakat yang mengalami gejala diminta segera memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Pencegahan penularan juga dapat dilakukan dengan menggunakan masker.

Sedangkan untuk Malaria, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari, menggunakan kelambu saat tidur, serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Untuk Malaria, untuk aktivitas malam kalau sudah malam hari tidak usah beraktivitas di luar rumah. Kemudian menggunakan kelambu saat tidur, membersihkan lingkungan sekitar agar tidak ada tempat-tempat Malaria berkembang biak,” katanya.

Dinkes PBD juga mendukung pelatihan Kader Tangguh ATM yang digelar YAPARI, salah satunya melalui pemberian data capaian program HIV/AIDS, TBC, dan Malaria di Papua Barat Daya.

Menurut Mavkren, dukungan data tersebut diharapkan dapat membantu para kader memahami kondisi penyakit ATM di daerah dan menjadi dasar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....