354 Kasus Kecelakaan dan 282 Kematian Ibu-Anak, Dinkes PBD Sorot Penanganan Darurat
- 18 Agt 2026 09:19 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya menyoroti pentingnya percepatan penanganan pasien gawat darurat menyusul tingginya kasus kecelakaan lalu lintas serta kematian ibu dan anak yang tercatat dalam layanan kesehatan.
Berdasarkan data yang ditampilkan Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, kecelakaan lalu lintas menjadi kasus terbanyak dengan 354 kasus. Sementara kasus kematian ibu hamil dan anak tercatat sebanyak 282 kasus.
Selain itu, terdapat 25 kasus stroke dan 22 kasus serangan jantung. Sedangkan kasus sesak napas dalam data tersebut tercatat sebanyak 0 kasus.
Data tersebut disampaikan melalui video penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter Kambu, yang ditayangkan pada akhir upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kawasan Reklamasi Kota Sorong, Senin, 17 Agustus 2026.
dr. Jan Pieter Kambu menjelaskan, data tersebut baru merupakan sebagian dari kasus yang tercatat pada layanan kesehatan. Karena itu, menurutnya, penguatan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) menjadi kebutuhan penting untuk mengatasi keterlambatan dalam penanganan pasien.
Ia menyebut terdapat tiga bentuk keterlambatan yang dapat menyebabkan pasien gawat darurat meninggal dunia, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat merujuk pasien dan terlambat mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Hadirnya PCC Siaga 119 sebagai jawaban dari belum adanya sistem SPGDT di Provinsi Papua Barat Daya,” kata dr. Jan Pieter dalam video tersebut.
PCC Siaga 119 juga disiapkan untuk menghubungkan layanan PSC 119 di kabupaten dan kota agar dapat berjalan sebagai satu kesatuan di bawah SPGDT Provinsi Papua Barat Daya.
Tim PCC Siaga 119 Provinsi Papua Barat Daya saat ini telah terbentuk dengan 31 tenaga kesehatan. Tim tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, aman dan profesional dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Dinkes PBD menyebut kondisi geografis Papua Barat Daya yang terdiri atas wilayah kepulauan, dataran rendah dan pegunungan tidak boleh menjadi penghalang dalam mempercepat pertolongan terhadap pasien gawat darurat.
Pelayanan PCC Siaga 119 nantinya tidak hanya berfokus pada kemampuan klinis, tetapi juga memastikan keselamatan pasien serta ketepatan dalam menentukan tempat rujukan, khususnya pada fase kegawatdaruratan pra-rumah sakit.
Saat ini, PCC Siaga 119 Provinsi Papua Barat Daya masih dalam proses pemenuhan sarana dan prasarana serta perangkat jaringan pendukung dari Pusat Komando Nasional Kementerian Kesehatan RI.
Melalui penguatan sistem tersebut, Dinas Kesehatan Papua Barat Daya berharap respons terhadap kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
“Untuk nyawa, satu detik sangat berharga. Satu komando, satu respon, selamatkan nyawa,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutup video PCC Siaga 119.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....