Dinkes PBD Gelar Pengobatan Gratis, 527 Warga Maybrat dan Sorong Selatan Dilayani
- 01 Sep 2026 14:04 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Barat Daya menggelar bakti sosial pemenuhan upaya kesehatan masyarakat melalui program dokter mobile di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi bencana, krisis kesehatan, maupun kejadian luar biasa (KLB).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat pada 28 Agustus 2026 dan Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan pada 29 Agustus 2026.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter Kambu, Sp.OG, Subspesialis FER, mengatakan program dokter mobile merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil maupun daerah yang berpotensi menghadapi bencana dan krisis tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Karena memang kepedulian kita dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk melayani pasien-pasien atau penduduk yang berada di daerah potensi bencana, daerah krisis, atau daerah KLB,” ujar Jan Pieter saat dikonfirmasi Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, khususnya dalam menghadapi kondisi bencana, krisis kesehatan dan KLB.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes P2KB Papua Barat Daya melibatkan dokter spesialis dasar, di antaranya spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan, dan spesialis anak. Tim tersebut diperkuat dokter umum, perawat, tenaga medis lainnya serta jajaran Dinkes P2KB Papua Barat Daya.
Dari dua lokasi pelayanan, sebanyak 527 warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, tercatat 268 pasien dilayani. Sementara di Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, sebanyak 259 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan.

Jan Pieter menyebut capaian tersebut telah melampaui standar pelayanan yang ditetapkan Dinkes P2KB Papua Barat Daya.
“Total semua sekitar 527 pasien yang dilayani atau penduduk dilayani. Ini tentunya sudah melewati standar yang telah kita tetapkan di Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga mendapatkan berbagai dukungan untuk meningkatkan status kesehatan, termasuk pemberian makanan tambahan, susu bagi ibu hamil, vitamin bagi anak-anak dan remaja, serta suplemen yang mendukung kesehatan perempuan dan ibu hamil.
Khusus bagi ibu hamil, tim kesehatan memberikan sejumlah suplemen, seperti asam folat, kalsium, vitamin D, serta DHA Omega-3 yang diperlukan untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
Jan Pieter menambahkan, keberlanjutan program dokter mobile merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah provinsi dalam memenuhi SPM bidang kesehatan.
Menurutnya, program tersebut nantinya akan terintegrasi dengan sistem penanggulangan bencana, sistem rujukan, serta Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Papua Barat Daya.
Sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas pelayanan kesehatan antara provinsi dan kabupaten/kota, terutama dalam menangani kondisi darurat dan potensi bencana, sekaligus membangun jejaring rujukan hingga tingkat nasional.

Penanggung jawab program, Ismail Obure, SKM, M.Kes, menegaskan pelayanan dokter mobile tidak berhenti pada kegiatan di dua lokasi tersebut. Program akan terus dilaksanakan di kabupaten dan kota di Papua Barat Daya hingga Desember 2026.
Kegiatan akan selalu dilakukan dengan turun langsung ke tengah masyarakat agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
“Kegiatan ini langsung turun ke masyarakat dan masih berjalan di kabupaten dan kota sampai Desember 2026,” ujar Ismail.
Pelayanan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Kampung Sayolo. Tokoh Masyarakat Kampung Sayolo, Lukman Wugaje, menyampaikan terima kasih kepada Dinkes P2KB Papua Barat Daya yang telah memberikan pelayanan pengobatan gratis sekaligus bantuan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat Kampung Sayolo 1 dan 2.
“Kami atas nama masyarakat Kampung Sayolo berterima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya yang telah melakukan pelayanan pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada masyarakat di Kampung Sayolo 1 dan 2,” ujar Lukman.
Menurut Lukman, program tersebut sangat dirasakan manfaatnya karena pelayanan diberikan secara langsung kepada masyarakat tanpa melalui perantara, terutama bagi warga yang memiliki kondisi ekonomi lemah.
“Ini program yang sangat menyentuh kepada masyarakat langsung, tidak melalui perantara, tapi ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang notabene ekonomi lemah,” katanya.
Ia berharap program dokter mobile dapat terus dilanjutkan pada tahun depan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara langsung.
“Mudah-mudahan program ini akan berlanjut untuk tahun depan, karena masyarakat kami sangat mengharapkan kalau tahun depan bisa dilanjutkan program semacam ini,” ujarnya.

Dinkes P2KB Papua Barat Daya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat dan masyarakat Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut.
Apresiasi turut diberikan kepada jajaran tenaga kesehatan, dokter spesialis dari RS Scholoo Keyen Kabupaten Sorong Selatan, manajemen rumah sakit, serta seluruh staf Dinkes P2KB Papua Barat Daya yang terlibat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....