Sosialisasi Empat Pilar, H. Hartono Ajak PCNU Sorong Rawat Kebhinekaan

  • 01 Okt 2026 16:15 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Anggota DPD/MPR RI asal Papua Barat Daya, H. Hartono, mengajak Pengurus PCNU Kota Sorong memperkuat persaudaraan, toleransi dan persatuan dengan menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Hartono saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pengurus PCNU Kota Sorong di Pendopo Ikaswara Kota Sorong, Kamis, 1 Oktober 2026.

Hartono mengatakan Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan empat konsensus fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kebangsaan harus hadir dalam perilaku sehari-hari. Sosialisasi bukan sekadar menghafal istilah, tetapi menghidupkan nilai dalam keluarga, organisasi, masjid, dan masyarakat,” kata Hartono.

Ia menjelaskan Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang memuat nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial.

Nilai tersebut, kata Hartono, dapat diwujudkan dengan menjalankan kehidupan beragama secara damai, menghormati martabat setiap manusia, mengutamakan kepentingan bangsa, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta memastikan pembangunan dan kesejahteraan dirasakan seluruh masyarakat.

Sementara UUD NRI Tahun 1945, menurut Hartono, menjadi konstitusi sekaligus aturan dasar dalam kehidupan bernegara.

Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik, kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar, serta Indonesia merupakan negara hukum.

“Konstitusi menjadi rujukan penyelenggaraan negara serta perlindungan hak dan kewajiban warga negara,” ujarnya.

Hartono juga menjelaskan NKRI merupakan rumah besar yang harus dijaga bersama. Keutuhan Indonesia, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap keberagaman daerah dan budaya.

“Persatuan perlu ditopang keadilan, kesejahteraan, rasa aman, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” katanya.

Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Hartono, mengajarkan masyarakat untuk tetap bersatu di tengah perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan daerah.

Menurutnya, identitas lokal, adat dan agama dapat tumbuh bersama dalam ruang kebangsaan Indonesia.

Dalam konteks Kota Sorong dan Papua Barat Daya, Hartono menilai nilai Empat Pilar semakin penting karena masyarakat hidup dalam keberagaman.

Ia mendorong adanya ruang perjumpaan dan komunikasi antarkelompok untuk memperkuat persaudaraan serta membangun kepercayaan di tengah masyarakat.

Hartono juga menyoroti tantangan di era digital, khususnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan provokasi.

“Periksa sumber dan konteks sebelum meneruskan informasi. Jangan biarkan hubungan sosial rusak oleh kabar yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menggunakan media sosial untuk menyebarkan pengetahuan, toleransi, gotong royong dan optimisme kebangsaan.

Dalam paparannya, Hartono juga mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan peran organisasi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, nilai keislaman dapat berjalan bersama dengan nilai kemanusiaan dan keindonesiaan.

Hal tersebut tercermin melalui ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sesama anak bangsa, serta ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama manusia.

Ia menilai PCNU Kota Sorong memiliki peran strategis dalam memperkuat masyarakat dari tingkat akar rumput, termasuk melalui dakwah yang sejuk, penguatan kerukunan dan literasi digital.

PCNU juga dinilai dapat menjadi jembatan komunikasi antarumat beragama, antarsuku dan antargenerasi, sekaligus menanamkan wawasan kebangsaan kepada santri, pelajar dan generasi muda.

Hartono kemudian mengajak peserta menerjemahkan Empat Pilar dalam tindakan sederhana. Menghormati ibadah dan keyakinan orang lain merupakan penerapan nilai Pancasila, menaati aturan dan menghormati hak warga menjadi bagian dari pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945, sementara menolak kekerasan dan perpecahan merupakan upaya menjaga NKRI.

“Empat Pilar harus menjadi sikap. Pancasila dijadikan nilai dalam perilaku, UUD NRI 1945 menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara, NKRI kita jaga bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika kita hidupkan dalam keseharian,” kata Hartono.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Sorong, Ustaz Muhidin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Ia berharap pertemuan bersama H. Hartono menjadi awal silaturahmi yang dapat dilanjutkan melalui berbagai program bersama.

“Saya sangat berterima kasih. Saya ucapkan jazakumullah ahsanal jaza kepada H. Hartono. Ini adalah silaturahim pertama kita dengan para pengurus. Semoga bisa dilanjutkan dengan silaturahim kedua, ketiga, dan seterusnya,” ujar Muhidin.

Muhidin mengatakan PCNU Kota Sorong terbuka untuk bermitra dengan berbagai pihak dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap kepemimpinan yang ada dapat menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, baik ekonomi maupun kehidupan sosial dan keagamaan.

Melalui sosialisasi ini, H. Hartono mengajak masyarakat menjadikan Empat Pilar bukan hanya sebagai konsep kebangsaan, tetapi sebagai pedoman dalam membangun Indonesia yang bersatu, demokratis, adil, damai dan bermartabat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....