Kota Sorong Jadi Pusat Ekonomi, Stabilitas Harga Berpengaruh ke Inflasi

  • 29 Sep 2026 11:16 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Posisi Kota Sorong sebagai pusat perekonomian di Provinsi Papua Barat Daya membuat pergerakan harga di daerah ini memiliki pengaruh terhadap kondisi inflasi provinsi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong menyebut pengendalian harga di Kota Sorong menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas inflasi Papua Barat Daya, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.

Kepala BPS Kota Sorong, Tri Rotua Siagian mengatakan karakteristik Kota Sorong sebagai pusat aktivitas ekonomi membuat perubahan harga di kota ini turut memengaruhi perkembangan inflasi di tingkat provinsi.

“Kota Sorong ini menjadi pusat perekonomian di Papua Barat Daya, jadi kenaikan harga yang ada di Kota Sorong itu memengaruhi inflasi Papua Barat Daya,” kata Tri saat dialog RRI, Selasa 29 September 2026.

Tri menjelaskan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong, khususnya dalam menghadapi potensi kenaikan harga pada akhir 2026.

Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Sorong pada Agustus 2026 tercatat 0,15 persen secara bulanan. Sementara secara tahunan, inflasi berada pada level 4,08 persen dan secara tahun kalender mencapai 3,53 persen.

Komoditas pangan menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan harga di Kota Sorong. Pada Agustus, ikan tuna, ikan teri, nasi dengan lauk, ikan kembung atau ikan lemah, serta bayam tercatat memberikan andil terhadap inflasi bulanan.

Sebaliknya, penurunan harga tercatat antara lain pada tomat, tiket pesawat atau angkutan udara, ikan momar, bawang merah dan bahan bakar rumah tangga.

Memasuki akhir tahun, BPS mengingatkan potensi fluktuasi terutama pada komoditas pangan yang permintaannya meningkat saat Natal dan Tahun Baru. Ayam, cabai rawit, bawang merah dan berbagai bumbu menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian.

“Untuk akhir tahun cenderungnya itu ke harga pangan,” ujar Tri.

Selain pangan, sektor transportasi juga menjadi perhatian karena meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru dapat mendorong kenaikan harga tiket pesawat.

BPS Kota Sorong terusmelakukan pemantauan harga secara rutin melalui survei harga konsumen yang mencakup 11 kelompok pengeluaran. Data tersebut menjadi dasar untuk melihat pergerakan harga dan mengidentifikasi komoditas yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.

Untuk inflasi September 2026, BPS Kota Sorong masih melakukan penghitungan dan hasilnya dijadwalkan akan dirilis pada awal Oktober mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....