Kasus Dugaan Keracunan MBG Sorong, Senator Hartono Minta Investigasi Menyeluruh
- 19 Sep 2026 15:26 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Anggota DPD RI / Senator Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, H. Hartono, meminta kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah pelajar di Kota Sorong diinvestigasi secara menyeluruh.
Hartono turut menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia meminta seluruh pihak terkait, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Sorong hingga Satgas MBG Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya, menelusuri seluruh tahapan penyelenggaraan MBG.
“Ini kami juga meminta kepada semua pihak yang terkait, Dinas Kesehatan Kota Sorong, kemudian Satgas MBG di Kota Sorong maupun Provinsi Papua Barat Daya untuk melakukan investigasi secara menyeluruh,” kata Hartono saat dikonfirmasi Sabtu 19 September 2026.
Ia meminta investigasi tidak hanya berfokus pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga mencakup aspek sanitasi, penyimpanan hingga proses distribusi makanan.
“Baik itu sanitasinya, baik itu apa, penyimpanan, baik itu distribusi, terutama ya distribusi makanan, sehingga ini mudah-mudahan menjadi kasus terakhir,” ujarnya.
Menurut Hartono, program MBG merupakan program yang baik, namun pelaksanaannya harus memperhatikan standar keamanan pangan agar tidak menimbulkan persoalan bagi penerima manfaat.
“Makanan Bergizi Gratis ini program bagus. Kalau tidak dilaksanakan cara-cara yang baik, nanti justru kasus-kasus yang seperti keracunan ini akan terus hadir,” katanya.
Hartono juga meminta adanya tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan kesalahan. Menurutnya, proses tersebut harus dilakukan berdasarkan hasil investigasi dan secara transparan.
“Diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kota Sorong bisa melakukan investigasi menyeluruh dan tuntas. Kemudian bagi pihak-pihak yang memang bersalah, Satgas juga harus menindak secara adil dan transparan,” tegas Hartono.
Terkait kemungkinan penghentian atau penutupan penyelenggaraan MBG dalam waktu yang cukup lama, Hartono mengatakan keputusan tersebut perlu menunggu hasil pemeriksaan. Ia mengaku belum turun langsung ke lapangan maupun menerima informasi langsung dari pihak yang melakukan investigasi.
“Ya karena pertama kita belum tahu apa namanya… saya sendiri belum belum terjun ke lapangan, juga belum mendengar langsung dari pihak-pihak yang melakukan investigasi,” ujarnya.
Meski demikian, Hartono berharap adanya sanksi tegas apabila hasil investigasi membuktikan makanan yang disediakan penyelenggara MBG menjadi penyebab keracunan.
“Tapi diharapkan ada sanksi yang tegas terhadap penyelenggara MBG ini kalau misalnya terbukti apa namanya, makanan yang dihidangkan memang mengakibatkan keracunan,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 19 pelajar di Kota Sorong dilarikan ke RSUD Sele Be Solu Sorong karena mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG. Para pelajar sempat mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, pada Jumat sore 18 September 2026, 15 pelajar masih menjalani perawatan, sementara kondisi lainnya dilaporkan membaik.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG. Penelusuran terhadap proses pengolahan, sanitasi, penyimpanan dan distribusi makanan diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian serta mencegah kasus serupa kembali terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....