Franky Umpain Ajak Pemuda PBD Kawal Dana Otsus dan Bangun Ekonomi Daerah
- 19 Sep 2026 10:22 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRP Papua Barat Daya Franky Umpain mengajak generasi muda di Sorong Raya mengambil peran aktif dalam mengawal pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Franky Umpain dalam Seminar Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Barisan Merah Putih Provinsi Papua Barat Daya, Kamis, 17 September 2026, di Aula Serbaguna Kampus IAIN Sorong dengan tema “Pemuda sebagai Agent of Change”.
Franky mengatakan, perjalanan Otsus selama 20 tahun di Papua harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk menentukan arah masa depan daerah.
“Jawabannya ada di ruangan ini, dan generasi Papua yang menentukan masa depannya. Sebab, sejarah selalu membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari pemuda,” ujar Franky.
Menurutnya, generasi muda Papua Barat Daya saat ini menghadapi tiga persoalan, yakni krisis identitas, krisis peran dan krisis keberanian.
Ia menilai, persoalan tersebut perlu diselesaikan agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana demografi.
Dalam hal identitas, Franky menegaskan bahwa pemuda Papua tidak perlu mempertentangkan identitas sebagai orang Papua dan bagian dari Indonesia.
“Kita adalah orang Papua yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu namanya Papua dalam Indonesia,” katanya.
Sementara dalam menjalankan peran, pemuda didorong tidak hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan Otsus. Mereka harus berani menjadi kontrol sosial dengan mengetahui dan mengawal penggunaan dana Otsus hingga ke tingkat kampung.
“Pemuda juga harus menjadi kontrol sosial: kawal dana Otsus, tanya ke kampung-kampung setiap dana Otsus kemarin dipakai untuk apa,” ujarnya.
Selain itu, Franky mendorong pemuda tidak hanya berorientasi menjadi tenaga honorer, tetapi mulai membangun usaha yang dapat menciptakan penghasilan dan lapangan ekonomi.
Ia menyebut Papua Barat Daya memiliki modal besar untuk dikembangkan, mulai dari jumlah penduduk usia muda, dukungan dana Otsus, hingga sumber daya alam di kabupaten dan kota, termasuk potensi pariwisata Raja Ampat.
Untuk mendorong peran tersebut, Franky menantang Barisan Merah Putih, mahasiswa dan generasi muda membangun dua gerakan, yakni Gerakan Literasi Otsus dan Gerakan Ekonomi.
Gerakan Literasi Otsus diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tujuan Otsus sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawasi pelaksanaannya.
Sementara Gerakan Ekonomi diarahkan untuk mendorong anak muda berhimpun dalam kelompok usaha yang dapat menghasilkan pendapatan secara bersama.
Franky juga mengingatkan pemuda agar menjaga moral dan tidak terlibat dalam narkoba maupun tindakan yang merugikan masyarakat.
“Jadilah bos jualan kopi atau jualan apa saja yang bisa dikerjakan,” katanya.
Ia menambahkan, pemuda juga harus mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin di masa depan, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....