Warga Wayer Keluhkan Jalan Rusak, Pasien Gawat Darurat Kesulitan ke Rumah Sakit

  • 24 Agt 2026 14:08 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Kerusakan ruas jalan Teminabuan-Maybrat tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga menyulitkan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama pasien dalam kondisi gawat darurat dan ibu hamil.

Kepala Kampung Wayer, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Yakobus Kaisala mengatakan, masyarakat dari Maybrat dan Moswaren yang membutuhkan pelayanan rumah sakit di Sorong Selatan harus melewati ruas jalan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius ketika pasien membutuhkan penanganan dengan cepat.

“Pasien-pasien yang dari Maybrat, dari Moswaren, yang gawat darurat, mereka mau buru-buru cepat tapi jalan ini menjadi hambatan yang luar biasa bagi kami,” kata Yakobus.

Ia mengatakan, rumah sakit dan layanan rawat inap di wilayah Sorong Selatan menjadi salah satu tujuan masyarakat dari wilayah sekitar, termasuk warga dari Maybrat dan Moswaren.

Namun, kerusakan jalan membuat perjalanan pasien menjadi lebih sulit dan berisiko memperlambat proses menuju fasilitas kesehatan.

Yakobus juga menyoroti kondisi ibu hamil yang harus melakukan perjalanan melalui ruas jalan tersebut.

Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan jalan yang layak agar akses terhadap pelayanan kesehatan tidak terganggu.

Hal senada disampaikan masyarakat Kampung Wayer, Isak Febrian Boltal. Ia mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini memasuki semester lima perguruan tinggi.

Ia meminta pemerintah segera melihat kondisi jalan karena dampaknya dirasakan langsung masyarakat.

“Mama-mama dong mau jualan, pasien-pasien, orang, ibu-ibu hamil, kasihan dong lewat jalan ini,” ujar Isak.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat melakukan inspeksi jalan pada Sabtu, 21 Agustus 2026, mengatakan ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Sorong Selatan dan Maybrat.

Ia mengakui kondisi jalan sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan.

Namun, keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan pengurangan transfer ke daerah membuat pemerintah provinsi membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat.

Elisa meminta Presiden memberikan perhatian terhadap ruas jalan tersebut agar dapat ditangani melalui dukungan pusat, termasuk melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurutnya, akses jalan yang baik diperlukan untuk memastikan masyarakat di wilayah yang terhubung ruas tersebut dapat memperoleh pelayanan dasar secara lebih mudah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....