Puluhan Tahun Tak Diperbaiki, Jalan Lama Teminabuan-Maybrat Jadi Keluhan Warga

  • 24 Agt 2026 14:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Ruas jalan lama yang menghubungkan Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, dengan wilayah Maybrat menjadi keluhan masyarakat karena kondisinya belum kunjung membaik meski telah digunakan sejak puluhan tahun lalu.

Kepala Kampung Wayer, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Yakobus Kaisala mengatakan, ruas jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dari sejumlah wilayah di Sorong Selatan dan Maybrat.

Menurut Yakobus, jalan tersebut bahkan telah digunakan sejak zaman Belanda dan hingga kini masih terdapat bagian ruas yang mengalami kerusakan.

“Jalan ini jalan utama. Ini jalan provinsi dari Sorong Selatan-Maybrat, sejak dulu Belanda jalan ini. Jalan ini dari Belanda sampai sekarang belum dikerjakan baik-baik sampai hari ini,” kata Yakobus.

Ia mengatakan, kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat kesulitan menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari membawa hasil kebun hingga mengakses pelayanan dasar.

Yakobus berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan perhatian terhadap ruas tersebut dan melakukan perbaikan agar akses masyarakat menjadi lebih baik.

Keluhan juga disampaikan masyarakat Kampung Wayer, Isak Febrian Boltal. Ia mengatakan kerusakan jalan tersebut telah disaksikannya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya masih SD sampai sekarang saya sudah kuliah semester lima, dia masih tetap begini, tidak ada perubahan,” kata Isak.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat melakukan inspeksi pada Sabtu, 21 Agustus 2026, membenarkan bahwa ruas tersebut merupakan jalan lama yang memiliki sejarah panjang dalam mobilitas masyarakat.

Elisa mengatakan masyarakat dari Aitinyo, Aifat, Moswaren, Wayer, Salekma hingga Teminabuan dahulu menggunakan jalan tersebut sebelum tersedia jalur alternatif.

“Jalan ini adalah jalan dari sejak peninggalan Belanda, di mana semua orang Aitinyo, Aifat, dan di Moswaren, Wayer, Salkma, Teminabuan, sekitarnya selalu menggunakan jalan ini sebelum ada jalan yang lain,” ujarnya.

Elisa menyebut kondisi ruas jalan tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Karena merupakan jalan provinsi, pemerintah daerah berupaya melakukan penanganan sesuai kemampuan anggaran.

Namun, kebijakan pengurangan transfer ke daerah dalam dua tahun terakhir membuat kemampuan pemerintah provinsi untuk menangani seluruh ruas jalan menjadi terbatas.

Karena itu, Elisa meminta Pemerintah Pusat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut, termasuk melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Melalui kesempatan yang baik ini saya ingin minta bantuan melalui Bapak Presiden berkenan untuk memberi atensi untuk penanganan jalan-jalan yang ada di daerah juga,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....