Gubernur Elisa Minta Pemerintah Pusat Bantu Tangani Jalan Teminabuan-Maybrat
- 24 Agt 2026 14:10 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu meminta perhatian Pemerintah Pusat untuk membantu menangani kerusakan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, dengan wilayah Maybrat.
Permintaan tersebut disampaikan Elisa Kambu saat melakukan inspeksi kondisi jalan pada Sabtu, 21 Agustus 2026. Menurutnya, ruas jalan tersebut memiliki peran penting karena sejak dahulu menjadi akses masyarakat yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sorong Selatan dan Maybrat.
Elisa mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur lama yang telah digunakan masyarakat sejak zaman Belanda. Sebelum adanya jalur alternatif Sorong-Maybrat dan Sorong-Teminabuan pada tahun 2000-an, masyarakat dari wilayah Aitinyo, Aifat, Moswaren, Wayer, Salekma hingga Teminabuan mengandalkan ruas jalan tersebut untuk mobilitas.
“Sampai dengan Papua berintegrasi dengan Indonesia, baru di tahun 2000-an ada jalan alternatif Sorong ke Maybrat, Sorong masuk ke Teminabuan. Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan,” kata Elisa.
Ia menjelaskan, ruas tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu kendala dalam melakukan penanganan secara menyeluruh.
Menurut Elisa, kondisi tersebut semakin berat di tengah kebijakan efisiensi dan pengurangan transfer ke daerah yang diterapkan Pemerintah Pusat dalam dua tahun terakhir.
“Papua Barat Daya ini baru tiga tahun. Kita masuk pada dua tahun ini kebijakan Pemerintah Pusat untuk pengurangan transfer ke daerah, sehingga kita tidak punya kemampuan untuk penanganan jalan-jalan ruas jalan seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, Elisa meminta Pemerintah Pusat melalui Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di daerah.
Ia berharap penanganan dapat dilakukan melalui Kementerian PUPR maupun dukungan kebijakan berupa penambahan Dana Transfer Infrastruktur atau DAU Infrastruktur kepada daerah.
“Melalui kesempatan yang baik ini saya ingin minta bantuan melalui Bapak Presiden berkenan untuk memberi atensi untuk penanganan jalan-jalan yang ada di daerah juga, apakah itu nanti melalui Kementerian PUPR atau melalui kebijakan untuk ada penambahan DTI atau DAU Infrastruktur ke daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kampung Wayer, Yakobus Kaisala, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung sangat lama. Menurutnya, kondisi jalan menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar Wayer dan Moswaren.
Ia menyebut masyarakat dari Maybrat maupun Moswaren Raya yang membawa hasil kebun menuju pasar harus menghadapi kondisi jalan yang rusak. Tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, kerusakan jalan juga berdampak terhadap akses pelayanan kesehatan.
“Pasien-pasien yang dari Maybrat, dari Moswaren, yang gawat darurat, mereka mau buru-buru cepat tapi jalan ini menjadi hambatan yang luar biasa bagi kami,” ujar Yakobus.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dapat memberikan perhatian serius terhadap ruas jalan tersebut sehingga masyarakat dapat memperoleh akses transportasi yang lebih layak.
Menurut Yakobus, persoalan jalan tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama karena menghubungkan masyarakat dari dua kabupaten.
“Terutama kami sebagai rakyat, kami minta bantuan dari Pemerintah Provinsi, terutama Bapak Gubernur, membantu kami untuk mengerjakan jalan ini supaya jalan ini baik,” katanya.
Sementara itu, masyarakat Kampung Wayer, Isak Febrian Boltal, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah disaksikannya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini dirinya memasuki semester lima di perguruan tinggi.
“Di sini titik sebelah sini memang sudah rusak itu dari zaman kita masih SD. Saya masih SD sampai sekarang saya sudah kuliah semester lima, dia masih tetap begini, tidak ada perubahan,” kata Isak.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan tersebut karena masyarakat sangat bergantung pada jalur itu untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Isak menilai kondisi jalan juga menyulitkan mama-mama yang membawa hasil kebun untuk dijual, termasuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan serta ibu hamil yang harus melakukan perjalanan.
“Khusus pemerintah terkait, kami masyarakat mohon pemerintah lihat ini jalan,” ujarnya.
Senada, intelektual muda Distrik Moswaren, Yoanis Agustinus Huwai, menilai kondisi ruas Teminabuan-Ayamaru yang berada di antara Distrik Moswaren dan Wayer membutuhkan peningkatan.
Menurutnya, jalan tersebut bukan hanya menjadi kebutuhan masyarakat Sorong Selatan, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat yang melintasi wilayah Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat.
“Kita perlu dukungan Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat untuk menindaklanjuti melihat kondisi ruas jalan Teminabuan-Ayamaru. Jalannya kita sendiri bisa menyaksikan bahwa kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Yoanis.
Ia berharap pemerintah dapat segera meningkatkan kualitas ruas jalan tersebut sehingga mobilitas masyarakat, distribusi hasil kebun, serta akses terhadap pelayanan dasar dapat berjalan lebih baik.
Gubernur Elisa Kambu menegaskan, keterbatasan anggaran daerah di tengah efisiensi tidak boleh membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis di daerah terabaikan. Karena itu, dukungan Pemerintah Pusat dinilai penting agar ruas-ruas jalan yang menjadi penghubung antarwilayah tetap dapat ditangani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....