Wagub Ahmad Nausrau Dorong Koordinasi Aparat Ungkap Insiden Penembakan Maybrat
- 14 Agt 2026 21:29 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, mendorong koordinasi bersama jajaran aparat keamanan untuk mengungkap insiden penembakan yang menyebabkan tiga warga sipil Kabupaten Maybrat menjadi korban.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Nausrau usai mengunjungi tiga korban yang sedang menjalani penanganan medis di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Jumat, 14 Agustus 2026 malam.
Ahmad Nausrau mengatakan, pemerintah daerah belum mengetahui secara pasti kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab dalam insiden penembakan yang terjadi di Kampung Ainot, sekitar pinggiran Sungai Kamundan, Kabupaten Maybrat, Kamis, 13 Agustus 2026.
Karena itu, Pemprov Papua Barat Daya akan berkoordinasi dengan jajaran aparat keamanan untuk memastikan proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut dapat berjalan.
“Ini kita belum tahu kira-kira pelakunya siapa, OTK. Karena itulah kami akan berkoordinasi dengan Pak Kabinda, dengan Pak Kapolda, Pak Kapolresta, dengan Pak Danrem untuk memastikan akan ada proses penyelidikan,” kata Ahmad Nausrau.
Menurutnya, penyelidikan diperlukan untuk mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa tersebut terjadi, termasuk memastikan kronologi dan pihak yang terlibat.
“Untuk mengetahui kira-kira kejadiannya seperti apa, untuk mengetahui kronologisnya, termasuk pelakunya seperti apa. Tentu bagian itu adalah bagian tugasnya aparat penegak hukum, baik Polri maupun TNI yang akan melakukan tugasnya,” ujarnya.
Ahmad Nausrau menegaskan, pemerintah daerah akan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. Namun, koordinasi antar-Forkopimda akan terus dilakukan untuk memastikan persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik.
Di sisi lain, pemerintah memastikan keselamatan dan kesehatan tiga korban menjadi prioritas. Pemprov Papua Barat Daya menjamin seluruh biaya pengobatan para korban selama menjalani penanganan medis.
“Tugas pemerintah daerah adalah memastikan bahwa pelayanan terhadap seluruh pasien ini harus mendapatkan prioritas utama untuk kesehatan dan keselamatannya. Semua jaminan pengobatan mereka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” jelas Ahmad Nausrau.
Bahkan, apabila kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut melalui rujukan ke fasilitas kesehatan lain, pemerintah juga memastikan biaya rujukan akan ditanggung.
Ahmad Nausrau juga mengimbau masyarakat Maybrat dan seluruh masyarakat Papua Barat Daya agar tetap menjaga situasi keamanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Ia mengakui, pascakejadian sempat terjadi aksi spontanitas masyarakat di Maybrat berupa pemalangan jalan dan pembakaran ban.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua Barat Daya, dan lebih khusus lagi untuk keluarga dari pasien maupun masyarakat Maybrat secara umum, mari kita sama-sama jaga kondusivitas daerah untuk memastikan Papua Barat Daya tetap aman, kondusif,” pungkasnya.
Pemprov Papua Barat Daya bersama jajaran Forkopimda akan terus memantau perkembangan kondisi para korban sekaligus berkoordinasi dalam penanganan insiden tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....