Karhutla Masih Mengancam, BPBD PBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

  • 14 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat Daya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan menyusul masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Sorong.

Kepala BPBD Papua Barat Daya, Dr. George Yarangga, A.Pi., M.M., mengatakan hingga 11 Agustus 2026 tercatat 21 kejadian Karhutla dengan total 32 titik api di wilayah Kota Sorong.

Dari jumlah tersebut, 13 kejadian dengan 21 titik api terjadi pada Juli 2026. Sementara sepanjang Agustus hingga 11 Agustus, tercatat delapan kejadian dengan 11 titik api.

Total luas area yang terdampak mencapai sekitar 44,5 hektare, terdiri dari 26,5 hektare pada Juli dan sekitar 18 hektare pada Agustus hingga 11 Agustus.

George mengatakan kondisi lahan yang kering ditambah angin kencang dapat mempercepat penjalaran api. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan yang mudah terbakar.

“Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dalam kondisi lahan kering dan angin kencang api dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan,” ujar George saat dikonfirmasi Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, penanganan setiap laporan Karhutla telah dilakukan melalui pemantauan dan deteksi titik api, tindak lanjut laporan masyarakat, koordinasi lintas sektor, hingga mobilisasi personel gabungan untuk melakukan pemadaman.

Penanganan melibatkan BPBD/Pusdalops PB, TNI, Polri, Damkar, pemerintah distrik dan kelurahan, masyarakat serta unsur terkait lainnya.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman langsung dan manual, tetapi juga memutus jalur api untuk mencegah penjalaran serta mengamankan kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

George menyebut salah satu tantangan di lapangan adalah kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Selain itu, angin kencang, vegetasi kering dan keterbatasan peralatan untuk menjangkau lokasi tertentu turut menyulitkan proses pemadaman.

Beberapa titik kebakaran juga berada dekat dengan permukiman sehingga membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah api menjalar dan membahayakan rumah warga.

“Peran masyarakat sangat penting. Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sebelum kebakaran meluas,” katanya.

BPBD PBD juga meminta masyarakat memastikan sumber api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api serta tidak meninggalkan bara api di sekitar lahan atau kawasan yang memiliki banyak material kering.

George menegaskan pencegahan harus menjadi perhatian bersama karena munculnya titik api baru masih sangat mungkin terjadi selama kondisi cuaca tetap kering dan angin cukup kencang.

“Yang utama adalah pencegahan. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membakar lahan sembarangan dan segera melapor apabila menemukan titik api,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....