BPBD PBD dan Kota Sorong Latih Siswa SMK Negeri 2 Hadapi Situasi Darurat
- 25 Apr 2026 11:07 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat Daya bersama BPBD Kota Sorong melatih siswa SMK Negeri 2 Kota Sorong dalam menghadapi situasi darurat bencana melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi evakuasi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional Tahun 2026, dengan menyasar sekolah yang berada di wilayah pesisir dan memiliki potensi risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.
Kepala BPBD Papua Barat Daya, George Yarangga melalui Plt. Sekretaris sekaligus Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Johosua R. Homer mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini, khususnya di kalangan pelajar.
“Papua Barat Daya bersama Kota Sorong menggandeng berbagai pihak, termasuk mitra kemanusiaan, untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Ia menjelaskan, SMK Negeri 2 Kota Sorong dipilih karena lokasinya yang berada di kawasan pesisir, sehingga memiliki potensi ancaman bencana alam yang cukup tinggi. “Karena itu, siswa-siswi perlu diberikan pembekalan agar memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan mampu melakukan evakuasi secara mandiri saat bencana terjadi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti simulasi evakuasi secara langsung, mulai dari mengenali jalur evakuasi hingga menuju titik kumpul yang aman.
Johosua menambahkan, pihaknya juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui aplikasi InaRISK dari BNPB untuk membantu masyarakat mengetahui potensi risiko bencana di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin D. Sasabone mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang menjadi tugas utama BPBD. “Kami membekali siswa dan guru agar memahami risiko gempa bumi serta melakukan simulasi penyelamatan diri. Harapannya, pengetahuan ini bisa diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal mereka,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa dan guru yang mengikuti kegiatan dengan serius dan aktif selama simulasi berlangsung.
Di sisi lain, pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 2 Kota Sorong, Cornelia Kalagison menyampaikan apresiasi atas perhatian BPBD terhadap keselamatan siswa.
“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak karena mereka jadi tahu bagaimana melindungi diri saat terjadi bencana. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin agar pemahaman mereka terus terjaga,” katanya.
Adapun puncak peringatan HKB Tahun 2026 secara nasional akan berlangsung pada Minggu 226 April 2026, sementara apel gelar personel dan peralatan di Papua Barat Daya dijadwalkan pada Selasa (28 April 2026) di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua Barat Daya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....