Pemprov PBD dan SKALA Perkuat Tata Kelola Satu Data Melalui Portal Cenderawasih
- 28 Jul 2026 12:02 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bekerja sama dengan Program SKALA menggelar Lokakarya Penyepakatan Daftar Data 2026, Lanjutan Coaching Klinik Metadata dan Input Dataset pada Portal Cenderawasih Papua Barat Daya, sebagai langkah memperkuat implementasi Satu Data Indonesia dan meningkatkan kualitas tata kelola data pembangunan di daerah, berlangsung di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong Papua Barat Daya, Selasa, 28 Juli 2026
Lokakarya difokuskan pada penyepakatan daftar data tahun 2026, penyusunan metadata, serta penginputan dataset ke dalam Portal Cenderawasih Papua Barat Daya.
Mewakili Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Barat Daya, Viktor Solossa menegaskan bahwa program Satu Data Papua Barat Daya merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan dan kelembagaan berbasis e-government.
Menurutnya, pembangunan yang berkualitas tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses. Data menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian hingga evaluasi pembangunan daerah.
“Sebagai provinsi yang masih relatif muda, Papua Barat Daya memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam membangun sistem tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi. Karena itu, data yang berkualitas menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based policy),” ujarnya.
Viktor mengatakan, lokakarya yang dilaksanakan bersama Program SKALA memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di Papua Barat Daya. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah memperkuat pemahaman perangkat daerah mengenai tata kelola data, penerapan standar data, metadata, interoperabilitas data, hingga mekanisme berbagi pakai data antarperangkat daerah maupun pemerintah kabupaten/kota.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Program SKALA, yang telah mendukung pengembangan Portal Cenderawasih Papua Barat Daya sebagai wadah integrasi data pembangunan daerah.
Menurutnya, Portal Cenderawasih diharapkan menjadi pusat data dan informasi pembangunan yang mampu mendukung proses perencanaan, penganggaran, monitoring, evaluasi, hingga pelayanan publik yang lebih baik.
Meski demikian, Viktor mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan data pembangunan. Di antaranya perbedaan sumber data, belum seragamnya standar data, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi.
Karena itu, ia berharap seluruh perangkat daerah semakin meningkatkan komitmen dan sinergi dalam menghasilkan data yang berkualitas dan terintegrasi.
Dalam arahannya, Viktor menekankan lima poin penting kepada seluruh peserta. Pertama, setiap perangkat daerah harus menjadikan data sebagai aset strategis organisasi yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Kedua, meningkatkan kapasitas pengelola data, walidata, dan produsen data agar mampu memenuhi prinsip-prinsip Satu Data Indonesia.
Ketiga, seluruh perangkat daerah wajib berpartisipasi aktif dalam penginputan, pemutakhiran, dan validasi data variabel serta indikator pada dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD, Renstra, dan RKPD yang menjadi indikator kinerja kepala daerah.
Keempat, koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dan lembaga terkait harus terus diperkuat untuk mewujudkan satu sumber data yang dapat digunakan bersama. Kelima, hasil lokakarya harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata berupa peningkatan kualitas data sektoral serta optimalisasi pemanfaatan Portal Cenderawasih sebagai pusat data pembangunan daerah.
Viktor berharap kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Program SKALA mampu membangun kesamaan persepsi, standar, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan data pembangunan.
“Dengan demikian, Portal Cenderawasih Papua Barat Daya dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan data sebagai dasar dalam setiap kebijakan dan keputusan pembangunan sehingga pembangunan di Papua Barat Daya dapat berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, turut dihadiri perwakilan Team Leader SKALA Jakarta dan tenaga teknis SKALA, serta Sekretaris Bapperida, Fransiskus Krimadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....