HAN 2026, Ahmad Nausrau: Anak Harus Bebas dari Kekerasan dan Bullying
- 23 Jul 2026 11:52 WIB
- Sorong
Poin Utama
- Dinas P3A Provinsi Papua Barat Daya menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional 2026 ke-42 dengan kegiatan jalan santai di Kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong pada 23 Juli 2026.
- Kegiatan ini melibatkan ratusan pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Sorong sebagai peserta aktif dalam perayaan hari anak nasional.
RRI.CO.ID, Sorong – Dinas Sosial Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Provinsi Papua Barat Daya, mengelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 ke 42, dengan Jalan santai di Kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong, Kamis 23 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar tingkat SD, dan SMP se-Kota Sorong. dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat daya, Ahmad Nausrau, Ketua Tim PKK PBD, Ny. Orpa Susana Kambu Ketua BKOW Provinsi Papua Barat Daya, Ny. Ida Priyani, dan Forkompinda Pemprov Papua Barat Daya.
Kegiatan diawali dengan jalan santai bersama memutari Kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong, dan dilanjutkan dengan senam anak sehat.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat perlindungan terhadap anak, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ahmad Nausrau menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Anak Nasional ke-42 yang jatuh pada 23 Juli 2026. Menurutnya, anak merupakan aset bangsa sekaligus generasi penerus yang akan menentukan masa depan Indonesia, khususnya Papua Barat Daya.
"Anak adalah aset masa depan bangsa dan pelanjut estafet kepemimpinan. Di pundak merekalah kita menitipkan harapan tentang masa depan negeri ini, termasuk masa depan Papua Barat Daya," ujarnya.
Ia menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari orang tua, guru, pemerintah hingga seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, setiap anak harus mendapat jaminan keamanan dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, intimidasi maupun perundungan (bullying), baik secara fisik maupun psikis.
"Mereka harus terbebas dari intimidasi, ancaman, kekerasan, dan bullying. Itu menjadi prasyarat agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas," katanya.
Wagub juga mengaitkan pembangunan sumber daya manusia Papua Barat Daya dengan tiga prioritas percepatan pembangunan Papua, yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
Ia menjelaskan Papua Sehat berarti memastikan setiap anak tumbuh dengan kondisi kesehatan yang baik, bebas stunting, gizi buruk, polio, dan penyakit lainnya. Setelah itu, pemerintah harus memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak hingga ke pelosok kampung melalui konsep Papua Cerdas.

"Kalau Papua Cerdas bisa kita wujudkan, maka anak-anak kita akan memiliki bekal untuk melanjutkan pembangunan daerah," ujarnya.
Selanjutnya, melalui Papua Produktif, generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan diharapkan kembali ke daerah asal untuk membangun Papua Barat Daya.
"Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Harapan itu kita titipkan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus," kata Ahmad Nausrau.
Ia berharap Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....