Peringatan HAN 2026, Tekankan Anak Harus Aman di Dunia Nyata dan Ruang Digital
- 27 Jul 2026 11:19 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin, 27 Juli 2026.
Upacara dipimpin Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, ASN Pemprov Papua Barat Daya, serta peserta didik mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi yang dibacakan Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, mengatakan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Anak harus dipastikan terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, serta berbagai ancaman lain, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
"Anak harus dilibatkan sebagai mitra dalam upaya perlindungan tersebut. Partisipasi dapat dilakukan melalui keberanian menyampaikan pendapat, saling menjaga, saling mengingatkan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi diri sendiri maupun sesama," kata Ahmad saat membacakan sambutan Menteri PPPA.
Ahmad Nausrau menyebut perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran keluarga sebagai pelindung utama anak menjadi sangat penting. Selain itu, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan sekolah, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, serta pemerintah pusat dan daerah.
"Perlindungan bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan bersama yang menghidupkan semangat gotong royong agar perlindungan anak menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.
Menurutnya, investasi terbaik bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur. Memastikan hak anak terpenuhi dan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman juga menjadi investasi penting untuk masa depan Indonesia.

Peringatan HAN ke-42 tahun 2026 juga diikuti dengan penguatan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas Serana). Gerakan tersebut mencakup pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak dan partisipasi anak, penguatan keluarga dan masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Gernas Serana diharapkan tidak sekadar menjadi kampanye, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak. Dalam HAN tahun ini, terdapat delapan nilai dasar yang diharapkan menjadi fondasi anak Indonesia. Nilai tersebut yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, solidaritas, aman, dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan HAN 2026 juga berpegang pada lima prinsip, yakni ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif-kolaboratif, dan berdampak. Ahmad Nausrau, mengingatkan anak-anak Indonesia agar tidak diam ketika mengalami atau melihat kekerasan terhadap anak.
Anak diminta menyampaikan persoalan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika merasa tidak nyaman atau menjadi korban kekerasan. Anak juga berhak merasa aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun dunia digital.
"Jika merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan, atau melihat teman kalian mengalaminya, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya. Negara akan selalu hadir untuk kalian," tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak terus memperkuat perlindungan anak dari kota hingga pelosok desa, termasuk di ruang digital. "Ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....